Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025

MEMBACA PERSEPSI MASYARAKAT JAWA DI KOTA JAYAPURA MENGENAI SESERAHAN “KUE JADDAH” DALAM TRADISI PERKAWINAN

Amri, Amri (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2025

Abstract

Melihat pelaksanaan perkawinan dibeberapa daerah di Indonesia menimbulkan praktik adat yang berlaku dimasing-masing daerah. Termasuk pada masyarakat Jawa di Kota Jayapura yang mempunyai banyak sekali ritual-ritual adat yang dilakukan. Sehingga penelitian ini akan melihat tradisi atau ritual masyarakat Jawa tentang pemberian wajib Kue Jaddah bagi calon pengantin laki -laki kepada calon pengantin wanitanya pada saat prosesi seserahan. Tujuan dari penelitian ini sebagai bahan deskripsi menganai kue jaddah, sehingga masayrakat Jawa selalu meminta barang atau benda tersebut saat tradisi seserahan perkawinan. Kemudian bagaimana Islam melihat tradisi tersebut, sehingga dijadikan kegiatan yang turun temurun dilakukan. Sedangkan metode yang akan dilakukan dalam penelitian ini untuk menjawabnya yaitu penelitian dekriptif kualitatif dimana penggalian datanya dilakukan menggunakan pengamatan dan wawancara secara acak. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa seserahan kue jaddah dilakukan oleh calon pengantin laki-laki kepada calon wanita yang akan dinikahinya saat prosesi peminangan atau iring-iringan menuju acara ijab Kabul. Kemudian kue jaddah ini berasal dari bahan beras ketan dengan proses sangat lama sehingga membutuhkan kesabaran untuk memasaknya dan jika dimakan bentuknya lengket. Sehingga masyarakat Jawa mempercayai jika rumah tangga selalu lengket dan sabar dalam menghadapi ujian keluarga, maka Kue jaddah harus di berikan saat tradisi seserahan dilakukan. Sedangkan dalam Islam melihat tradisi seserahan Kue jaddah ini masuk kedalam tradisi yang diperbolehkan (‘Urf Shahih) karena tidak ada unsur kesyirikan dan kue jaddah bukan termasuk makanan yang diharamkan.

Copyrights © 2025