Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2021, Sectio Caesarea secara global mencakup lebih dari 1 dari 5 seluruh kelahiran atau sekitar 21%. Pada tahun 2020 di Indonesia angka persalinan Sectio Caesarea sebanyak 20%. Pada tahun 2021 mencapai 24.6% dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 28.2%. Faktor yang menyebabkan persalinan Sectio Caesarea yaitu terdiri dari faktor janin dan faktor ibu. Faktor janin terdiri dari bayi terlalu besar, kelainan letak, ancaman gawat janin, janin abnormal, faktor plasenta, kelainan tali pusat dan bayi kembar. Sedangkan faktor ibu terdiri dari usia, jumlah anak yang dilahirkan (paritas), keadaan panggul, penghambat jalan lahir, kelainan kontraksi rahim, ketuban pecah dini (KPD), dan Preeklampsia. Tujuan penelitian Diketahui hubungan usia kehamilan, berat bayi lahir dan riwayat Sectio Caesarea secara simultan dengan tindakan sectio caesarea di RSUD Kayu Agung tahun 2023. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSUD Kayu Agung tahun 2023 yang berjumlah 882 orang. Teknik sampling menggunakan Systematoc Random sampling. Jumlah sampel 90 responden. Hasil uji chi square diperoleh tidak ada hubungan usia kehamilan secara parsial dengan tindakan Sectio Caesarea (p = 0.912), ada hubungan berat bayi lahir secara parsial dengan tindakan Sectio Caesarea (p = 0.043) dan ada hubungan riwayat Sectio Caesarea secara parsial dengan tindakan Sectio Caesarea (p = 0.000). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan upaya mendeteksi kemungkinan tindakan persalinan dengan Sectio Caesarea yang ditinjau dari usia kehamilan, tafsiran berat janin dan riwayat Sectio Caesarea.
Copyrights © 2025