The implementation of strategic purchasing in Indonesia’s National Health Insurance (JKN) aims to enhance budget efficiency and service quality while preventing stagnant medical spending. This study seeks to evaluate the effectiveness of strategic purchasing, identify key implementation challenges, and formulate policy strategies to strengthen the scheme. Literature was sourced from Google Scholar and PubMed using relevant keywords and screened based on topic relevance and publication period (2015–2025). Six eligible articles were analyzed qualitatively. Findings suggest that strategic purchasing can improve access and quality of care, yet faces persistent issues such as unabsorbed capitation funds, overlapping regulations, and financial inefficiencies within BPJS Kesehatan. Strengthening governance, adopting digital health systems, and refining payment models are essential strategies to ensure a more sustainable and equitable JKN framework. Penerapan strategic purchasing dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan dan mutu layanan, sekaligus mencegah stagnasi pengeluaran medis. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi strategic purchasing, mengidentifikasi tantangan utama, serta merumuskan arah kebijakan penguatan dalam konteks JKN. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci yang relevan, diseleksi berdasarkan kesesuaian topik dan periode publikasi 2015–2025. Sebanyak enam artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa strategic purchasing memiliki potensi dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan, namun implementasinya masih menghadapi kendala seperti sisa dana kapitasi yang tidak terserap, tumpang tindih regulasi, dan keterbatasan efisiensi keuangan BPJS Kesehatan. Penguatan tata kelola, integrasi teknologi informasi, dan penyempurnaan sistem pembayaran menjadi strategi penting untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan sistem JKN.
Copyrights © 2025