Stres dan kecemasan pada remaja memicu pola makan tidak sehat, baik melalui emotional eating (makan berlebihan) atau penurunan nafsu makan, yang berisiko menyebabkan obesitas, malnutrisi, dan penyakit kronis. Faktor seperti tekanan akademik dan media sosial memperburuk kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres-kecemasan terhadap pola makan remaja dan merumuskan strategi intervensi berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan Literature review sistematis dengan sumber dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect (2019–2024), menggunakan kata kunci terkait stres, kecemasan, dan pola makan remaja. Stres mendorong konsumsi makanan tinggi gula/lemak, sementara kecemasan mengurangi nafsu makan, keduanya berdampak pada status gizi. Dukungan sosial dan intervensi seperti digital detox, CBT, serta edukasi gizi terbukti efektif. Diperlukan kebijakan terintegrasi (sekolah, keluarga, teknologi) untuk mengatasi masalah gizi dan kesehatan mental remaja secara holistik.
Copyrights © 2025