Listrik merupakan energi yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan manusia di berbagai bidang. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berperan krusial dalam memproduksi energi listrik, dengan cara mengubah energi kimia dari batubara menjadi energi listrik. Tahapan konversi ini melalui tiga tahap: konversi energi kimia menjadi energi panas, energi panas menjadi energi mekanik, dan akhirnya menjadi energi listrik. Penelitian ini berfokus pada PT. PLN Indonesia Power UBP Suralaya, salah satu PLTU terbesar di Indonesia, yang berlokasi di Banten dengan kapasitas total mencapai 3400 MW. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara di divisi HAR Kontrol Instrumen selama bulan Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Primary Air Fan (PA Fan) memiliki peran penting dalam proses pembakaran di boiler, termasuk pengeringan serbuk batu bara dan pengaturan aliran udara ke pulverizer. Dalam proses kerjanya primary aair fan memiliki sistem proteksi untuk melindungi PAF ketika terjadi gangguan, terdapat sembilan proteksi yang dimiliki oleh primary air fan. Selain itu, sistem proteksi yang meliputi berbagai instrumen, seperti sensor thermocouple dan sensor vibrasi, diterapkan untuk menjamin keamanan dan efisiensi operasional PAF, diantaranya yaitu sensor thermocouple, sensor RTD dan sensor vibrasi.
Copyrights © 2025