Rendahnya penerimaan diri pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara regulasi emosi, dukungan sosial, dan strategi koping terhadap penerimaan diri ODHA di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel diambil secara total sampling dari ODHA yang telah terdiagnosis lebih dari enam bulan dan terdaftar di fasilitas kesehatan. Data dikumpulkan melalui empat instrumen terstandar, yaitu Skala Regulasi Emosi, Social Support Questionnaire (SSQ), Coping Inventory for Stressful Situations (CISS), dan Self-Acceptance Scale (SAS). Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dan dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan penerimaan diri. Regulasi emosi yang baik dapat meningkatkan penerimaan diri, sedangkan rendahnya dukungan sosial menjadi faktor penghambat. Kondisi ini meningkatkan risiko stres, depresi, dan ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Rekomendasi strategi mencakup penguatan layanan psikososial, keterlibatan keluarga dan komunitas, pelatihan meningkatkan sikap empatik tenaga kesehatan, kampanye anti-stigma, serta integrasi lintas sektor. Diharapkan upaya ini dapat mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan psikososial ODHA.
Copyrights © 2026