Relasi gender krusial, terutama di masyarakat Muslim dengan hadis sebagai rujukan sentral. Pentingnya topik ini timbul dari potensi interpretasi hadis yang patriarkis untuk melanggengkan ketidaksetaraan gender dan memicu kekerasan, suatu isu hak asasi manusia mendesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi gender dalam hadis serta implikasinya pada upaya pencegahan kekerasan, mengidentifikasi interpretasi dominan dan alternatif. Metode kualitatif studi pustaka digunakan, mengkaji matan hadis muktabar sebagai data primer dan syarah serta karya ilmiah sebagai data sekunder, dianalisis interpretatif. Temuan menunjukkan hadis memuat dimensi relasi gender beragam: dari penggambaran hierarkis (potensi legitimasi kekerasan) hingga dimensi egaliter kuat (kesetaraan spiritual, kemitraan). Interpretasi hierarkis terbukti berpotensi melegitimasi kekerasan. Sebaliknya, pemahaman egaliter, selaras nilai keadilan dan kasih sayang Islam, menjadi fondasi kuat pencegahan kekerasan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis dampak interpretasi hadis terhadap isu kekerasan berbasis gender. Ini menekankan urgensi penyebaran pemahaman hadis yang kontekstual dan sensitif gender demi membangun relasi yang adil dan setara di masyarakat Muslim.
Copyrights © 2025