Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RELASI GENDER DALAM HADIS: IMPLIKASINYA BAGI PENCEGAHAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK Rahmayani, Della; Nurwahyuningsih, Rahma
AN-NISA Vol. 18 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v18i1.9280

Abstract

Relasi gender krusial, terutama di masyarakat Muslim dengan hadis sebagai rujukan sentral. Pentingnya topik ini timbul dari potensi interpretasi hadis yang patriarkis untuk melanggengkan ketidaksetaraan gender dan memicu kekerasan, suatu isu hak asasi manusia mendesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi gender dalam hadis serta implikasinya pada upaya pencegahan kekerasan, mengidentifikasi interpretasi dominan dan alternatif. Metode kualitatif studi pustaka digunakan, mengkaji matan hadis muktabar sebagai data primer dan syarah serta karya ilmiah sebagai data sekunder, dianalisis interpretatif. Temuan menunjukkan hadis memuat dimensi relasi gender beragam: dari penggambaran hierarkis (potensi legitimasi kekerasan) hingga dimensi egaliter kuat (kesetaraan spiritual, kemitraan). Interpretasi hierarkis terbukti berpotensi melegitimasi kekerasan. Sebaliknya, pemahaman egaliter, selaras nilai keadilan dan kasih sayang Islam, menjadi fondasi kuat pencegahan kekerasan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis dampak interpretasi hadis terhadap isu kekerasan berbasis gender. Ini menekankan urgensi penyebaran pemahaman hadis yang kontekstual dan sensitif gender demi membangun relasi yang adil dan setara di masyarakat Muslim.
Integrasi Kosmologi Jawa dan Ekoteologi Islam dalam Pemikiran Seyyed Hossein Nasr Rahmayani, Della; Ismi Nur Hidayah; Isnaini A sifa Rohmah; Syahru Fajar Ibrahim; Rohim Habibi
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v9i2.4660

Abstract

  This study examines the integration between the Javanese cosmology Hamemayu Hayuning Bawono and Islamic ecotheology in the thought of Seyyed Hossein Nasr. The synthesis of these two perspectives forms a comprehensive and contextual framework of Islamic eco-spirituality in the Indonesian context, which can be applied in daily life. Both Javanese philosophy and Nasr’s thought regard nature as a sacred creation of God, implying that humans bear a moral and spiritual responsibility to preserve it. The principle of Hamemayu Hayuning Bawono, which emphasizes the harmony and beauty of the world, aligns with Nasr’s cosmological concept of tawhid, which highlights the unity of God, humanity, and nature. Both perspectives stem from the awareness that today’s environmental crisis is essentially a spiritual crisis caused by the loss of the sacred perception of nature. This integration not only provides a theoretical contribution to the development of Islamic ecological discourse but also offers practical implications through the strengthening of environmental ethics in education, public policy, and religious social movements such as EcoMasjid and Green Pesantren. Eco-spiritual awareness rooted in spiritual values and local wisdom can reinforce an Indonesian ecological ethic grounded in Islamic teachings. However, since this study is literature-based, further interdisciplinary research involving theology, ecology, and anthropology is needed to deepen and evaluate the implementation of Islamic eco-spirituality concepts within society.
Integrating Maqasid al-Shari'ah with National Regulations in an Australian Islamic Centre College Sindhi Latifa, Azzahra; Rahmayani, Della
Jurnal Man-anaa Vol. 2 No. 2 (2025): Man-Ana: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prgram Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/man.v2i2.492

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana Australian Islamic Centre College (AICC) mengintegrasikan prinsip-prinsip maqasid al syariah ke dalam tata kelola keselamatannya. Kajian ini menelaah lima dokumen kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan peserta didik, yaitu First Aid, Distributing Medicine, Anaphylaxis Management, Occupational Health and Safety, dan Child Safe Program. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen yang sistematis, penelitian ini mengevaluasi bagaimana kebijakan tersebut mencerminkan tujuan maqasid, yaitu perlindungan jiwa, akal, agama, keturunan, dan harta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa First Aid berfungsi sebagai mekanisme utama hifz al nafs melalui prosedur darurat dan pelatihan staf. Distributing Medicine mendukung hifz al nafs dan hifz al aql melalui pengaturan pemberian obat yang aman. Anaphylaxis Management memperkuat hifz al nafs melalui identifikasi risiko dan kesiapsiagaan. Occupational Health and Safety mendukung hifz al mal dan hifz al nafs melalui pemeliharaan fasilitas. Child Safe Program mencerminkan hifz al nasl dan hifz al din dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan etis. Penelitian ini menawarkan model penyelarasan nilai Islam dengan regulasi nasional.
KESENJANGAN PRAKTIK DAN REKONSTRUKSI PAI INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Rahmayani, Della; Khoironi, Muhammad Hazib; Hudha, Annisa Sandy; Ibrahim, Syahru Fajar; Hakiman, Hakiman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10250

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in the persistent mismatch between conceptual frameworks and the actual implementation of Islamic Religious Education (PAI) for students with special needs within inclusive education systems. It aims to identify the nature of this gap while formulating a more responsive learning approach grounded in Islamic values. The research employs a qualitative approach using library research by examining scholarly articles, academic books, and relevant policy documents. Data were analyzed through thematic analysis, involving processes of selection, coding, categorization, and interpretation to uncover key implementation patterns. The findings reveal three main issues: limited teacher competence in managing inclusive learning, suboptimal use of adaptive instructional strategies, and weak collaboration among stakeholders in supporting educational services. Additionally, the tendency toward uniform teaching practices hinders the fulfillment of individual learners’ needs. Based on these findings, the study emphasizes that the development of inclusive PAI requires an integrative learning model that combines differentiated, multisensory, and collaborative approaches within a unified framework. This model is grounded in the principles of justice, equality, and compassion as core values in the learning process. Therefore, the proposed approach is expected to foster more adaptive, humanistic, and sustainable educational practices. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari masih adanya ketidaksesuaian antara kerangka konseptual dan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi anak berkebutuhan khusus dalam sistem pendidikan inklusif. Studi ini bertujuan mengidentifikasi bentuk kesenjangan tersebut sekaligus merumuskan pendekatan pembelajaran yang lebih responsif berbasis nilai keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui library research dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis menggunakan thematic analysis melalui proses seleksi, pengodean, pengelompokan, dan penarikan makna untuk menemukan pola utama implementasi.Hasil kajian menunjukkan tiga temuan pokok, yaitu keterbatasan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran inklusif, belum optimalnya penggunaan strategi pembelajaran adaptif, serta lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung layanan pendidikan. Selain itu, praktik pembelajaran yang masih cenderung seragam menjadi faktor yang menghambat pemenuhan kebutuhan individual peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan PAI inklusif memerlukan model pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan diferensiatif, multisensori, dan kolaboratif dalam satu kerangka yang utuh. Model ini berlandaskan nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang sebagai prinsip utama dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pendekatan yang dihasilkan diharapkan mampu mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang lebih adaptif, humanis, dan berkelanjutan.