Biologi molekuler berkembang pesat dengan berbagai aplikasi, termasuk dalam kedokteran dan bioteknologi. Salah satu teknik fundamentalnya adalah Polymerase Chain Reaction (PCR), yang berperan dalam memperbanyak DNA. Namun, pembelajaran teknik ini sering terkendala keterbatasan fasilitas laboratorium. Virtual Lab menjadi alternatif yang memungkinkan simulasi eksperimen tanpa bergantung pada laboratorium fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Virtual Lab dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap PCR. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 20 mahasiswa Biologi Molekuler melalui angket berbasis skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase dan rata-rata skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Virtual Lab berdampak positif terhadap pemahaman mahasiswa. Sebelum mengikuti simulasi, pemahaman konsep PCR masih rendah. Setelahnya, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep, kemampuan menjelaskan tahapan PCR, serta kesiapan dalam praktik langsung. Virtual Lab juga dinilai fleksibel dan memungkinkan latihan mandiri. Namun, keterbatasan tetap ada, seperti minimnya pengalaman dalam mengoperasikan alat PCR secara nyata. Oleh karena itu, kombinasi Virtual Lab dengan praktikum langsung disarankan untuk pembelajaran PCR yang lebih optimal. Kata Kunci: Biologi molekular, Efektivitas pembelajaran, Lab virtual, PCR, Persepsi
Copyrights © 2025