Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Removal of Methyl Orange in Aqueous Medium using ZnO/Bentonite as Semiconductor by Photocatalytic Process Priatna, Satria Jaya; Yuliana, Ayu; Zulkarnain; Melwita, Elda; Arsyad, Fitri Suryani; Mohadi, Risfidian
Science and Technology Indonesia Vol. 9 No. 3 (2024): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2024.9.3.539-545

Abstract

Pillarization of bentonites (from East Java) with ZnO semiconductors has been synthesized using co-precipitation methods into a ZnO/Bentonite composite and applied as a catalyst in a photocatalytic process to remove Methyl Orange (MO) dyes. The optimum pH condition of MO dyes is at pH 2 with a degradation rate of 22.91% (from 15 mg/L to 11.523 mg/L). The optimum ZnO/Bentonite catalyst weight condition is 200 mg, with a degradation rate of 29.11% (from 15 mg/L to 10.596 mg/L). The optimum time condition for UV lamp irradiation is 60 minutes, with a degradation rate of 64.92% (from 15 mg/L to 5.244 mg/L). The kinetics of MO photocatalytic reaction using ZnO/Bentonite catalyst follows the pseudo-first-order Langmuir Hinshelwood-Santosa kinetic model with photocatalytic reaction rate constant (k1) of 0.014 and photocatalytic equilibrium constant (K) of 0.012.
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP EFEKTIVITAS VIRTUAL LAB DALAM PEMBELAJARAN PCR DI BIOLOGI MOLEKULER Yuliana, Ayu
Indexia Vol. 7 No. 1 (2025): INDEXIA : Informatics and Computational Intelligent Journal Volume 7 Nomor 1 Me
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/indexia.v7i1.9620

Abstract

Biologi molekuler berkembang pesat dengan berbagai aplikasi, termasuk dalam kedokteran dan bioteknologi. Salah satu teknik fundamentalnya adalah Polymerase Chain Reaction (PCR), yang berperan dalam memperbanyak DNA. Namun, pembelajaran teknik ini sering terkendala keterbatasan fasilitas laboratorium. Virtual Lab menjadi alternatif yang memungkinkan simulasi eksperimen tanpa bergantung pada laboratorium fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Virtual Lab dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap PCR. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 20 mahasiswa Biologi Molekuler melalui angket berbasis skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase dan rata-rata skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Virtual Lab berdampak positif terhadap pemahaman mahasiswa. Sebelum mengikuti simulasi, pemahaman konsep PCR masih rendah. Setelahnya, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep, kemampuan menjelaskan tahapan PCR, serta kesiapan dalam praktik langsung. Virtual Lab juga dinilai fleksibel dan memungkinkan latihan mandiri. Namun, keterbatasan tetap ada, seperti minimnya pengalaman dalam mengoperasikan alat PCR secara nyata. Oleh karena itu, kombinasi Virtual Lab dengan praktikum langsung disarankan untuk pembelajaran PCR yang lebih optimal. Kata Kunci: Biologi molekular, Efektivitas pembelajaran, Lab virtual, PCR, Persepsi
Identifikasi Escherichia coli dan Coliform pada Sampel Air Bersih menggunakan Metode Membran Filter Yuliana, Ayu; Sitohang, Devintra Sari; Hutasoit, Kezia Romora; Arwita, Widya
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2295

Abstract

Keamanan air bersih merupakan aspek penting dalam kesehatan masyarakat, terutama terkait potensi kontaminasi bakteri Escherichia coli dan Coliform yang dapat menyebabkan penyakit bawaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengkuantifikasi bakteri tersebut dalam sampel air bersih serta membandingkannya dengan standar PERMENKES No. 02/2023. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan laboratorium menggunakan metode Membran Filter (MF) pada media Chromocult Coliform Agar (CCA). Pengujian dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM) Medan pada tanggal 25-26 Februari 2025. Dari enam sampel yang diuji, dua sampel memenuhi standar kualitas air bersih, sementara empat lainnya mengandung Coliform (20-54 CFU/100 ml) dan Escherichia coli (1-2 CFU/100 ml). Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian sumber air masih terkontaminasi, sehingga diperlukan pemantauan berkala dan peningkatan sistem sanitasi untuk memastikan kualitas air yang aman dikonsumsi.
Fitoremediasi Menggunakan Kangkung Air (Ipomoea aquatica) untuk Mengurangi Kadar Logam Berat dalam Limbah Cair Pabrik Tahu Nabila Ma’rufi Ridwan, Radhika; Salma Izzaty, Fatiya; Aprisa, Naomi; Yuliana, Ayu; Nilan Sari Rangkuty, Marlinda; Febriyossa, Adelia
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 tahun 2024 periode (Juni 2024 - September 2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i2.4755

Abstract

The tofu industry produces waste in its processing process in the form of solid and liquid waste. One alternative to liquid waste treatment that can be used is the phytoremediation method. Phytoremediation system is a wastewater treatment technique using aquatic plants to help reduce organic substances contained in wastewater. This study aims to determine the effectiveness of water spinach (Ipomoea aquatica) in reducing heavy metal levels in tofu factory wastewater. This research method is experimental research on tofu factory wastewater with the research design used is pretest-posttest with control group. Based on the research obtained water spinach (Ipomoea aquatica) effective in reducing heavy metal levels in tofu liquid waste is evident from the lower TDS levels shown in the treatment using water spinach plants (Ipomoea aquatica) with a concentration of 25% of 1,503 ppm with the length of time required for 6 days.