Proses yellow honey merupakan proses pengolahan kopi, dimana menyisakan kulit daging yang dapat memberikan rasa manis pada kopi. Komsumsi kopi saat ini masih sangat rendah hal ini disebabkan banyaknya minuman penyegar kemasan dengan berbagai macam bentuk dan rasa. Usaha untuk meningkatkan komsumsi kopi dilakukan dengan menambahkan rempahan sebagai penambah rasa serta khasiat yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, secara kualitatif yaitu menjelaskan hasil uji organoleptik kopi arabika dengan pengolahan yellow honey. Analisis kuantitatif menggunakan analisis varian (ANAVA) dengan melihat F hitung. Pencampuran bubuk kopi yellow honey dan bubuk jahe sesuai dengan perlakuan, 48 gr kopi + 2 gr jahe, 46 gr kopi+ 4 gr jahe dan 44 gr kopi + 6 gr jahe dengan penambahan air 100 ml dengan suhu 89°C dan setiap formulasi disediakan untuk 30 cup. Hasil penelitian berdasarkan uji organoleptik pencampuran bubuk kopi honey dan bubuk jahe yang paling disukai panelis adalah formulasi 48 gr bubuk kopi honey + 2 gr bubuk jahe. Berdasarkan hasil ANAVA pada level signifikasi 5% (0,05) dengan F tabel (2,27), Hasil penilaian panelis terhadap semua sampel bubuk kopi honey dan bubuk jahe yaitu terdapat perbedaan signifikan rupa bentuk, warna, aroma jahe, rasa kopi, rasa pahit, kekentalan/body, aftertaste dan penerimaan keseluruhan sedangkan untuk aroma kopi, rasa jahe, rasa manis dan rasa asam tidak terdapat perbedaan signifikasi.
Copyrights © 2024