Ketersediaan jaringan internet yang stabil sangat penting di SMP Negeri 4 Singaraja, yang memiliki dua jalur ISP Telkom 100 Mbps. Namun, pemanfaatan kedua jalur belum optimal, dengan beban terpusat pada satu jalur. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan kedua ISP melalui metode Per Connection Classifier (PCC) dan Failover. PCC mengalokasikan trafik berdasarkan karakteristik koneksi, sementara Failover memastikan ketersediaan jaringan dengan pengalihan ke jalur cadangan. Metodologi yang digunakan adalah PPDIOO. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas jaringan, dengan kecepatan akses yang lebih stabil. Implementasi PCC memisahkan akses konten (YouTube, TikTok, Instagram) ke ISP 2, sementara akses defaul (Dapodik, Eraport) ke ISP 1, dengan limitasi bandwidth untuk guru (download 5 Mbps, upload unlimited) dan siswa (download 3 Mbps, upload 2 Mbps). Pengujian menggunakan Winbox, CMD, dan QOS berdasarkan standar TIPHON menunjukkan throughput 2.547 Kbps, delay 2,51 ms, jitter 0,000146 ms, dan packet loss 1,21%, dengan kategori sangat baik. Implementasi PCC dan Failover berhasil mengoptimalkan penggunaan kedua jalur ISP.
Copyrights © 2025