Stabilitas harga barang konsumsi memainkan peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan sektor ritel. Ketidakstabilan harga dapat menyebabkan gangguan dalam permintaan dan penawaran serta menyulitkan perencanaan bisnis. Kebijakan moneter menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas harga khususnya melalui pengendalian inflasi dan pengaturan suku bunga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas harga barang konsumsi dan implikasinya terhadap manajemen rantai pasok ritel. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Pendekatan ini dilakukan dengan cara menelaah jurnal ilmiah, laporan Bank Indonesia dan publikasi terkait dari 5 -10 tahun yang lalu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang diterapkan Bank Indonesia bersifat adaptif terhadap dinamika ekonomi global seperti pandemi dan tekanan inflasi. Pelonggaran suku bunga pada 2020–2021 membantu menjaga konsumsi sementara pengetatan pada 2022 – 2024 menahan inflasi meskipun menekan daya beli. Dampak kebijakan ini tercermin dalam perubahan strategi manajemen rantai pasok ritel, seperti pengendalian stok, diversifikasi pemasok, dan peningkatan efisiensi melalui teknologi. Implikasi dari penelitian ini adalah sektor ritel perlu mengembangkan strategi rantai pasok yang fleksibel dan berbasis data untuk merespons fluktuasi kebijakan moneter secara efektif. Kajian ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan makroekonomi dan keputusan operasional guna menciptakan sistem distribusi yang lebih tangguh dan adaptif di masa depan.
Copyrights © 2025