Sunarny, Renny
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KEBIJAKAN MONETER DALAM STABILITAS HARGA BARANG KONSUMSI: IMPLIKASI BAGI MANAJEMEN RANTAI PASOK RITEL Syafitri, Agnes Alzena; Sunarny, Renny; Kusdinar, Yuki Hidayat
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 13 No 1 (2025): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v13i1.144

Abstract

Stabilitas harga barang konsumsi memainkan peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan sektor ritel. Ketidakstabilan harga dapat menyebabkan gangguan dalam permintaan dan penawaran serta menyulitkan perencanaan bisnis. Kebijakan moneter menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas harga khususnya melalui pengendalian inflasi dan pengaturan suku bunga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas harga barang konsumsi dan implikasinya terhadap manajemen rantai pasok ritel. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Pendekatan ini dilakukan dengan cara menelaah jurnal ilmiah, laporan Bank Indonesia dan publikasi terkait dari 5 -10 tahun yang lalu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang diterapkan Bank Indonesia bersifat adaptif terhadap dinamika ekonomi global seperti pandemi dan tekanan inflasi. Pelonggaran suku bunga pada 2020–2021 membantu menjaga konsumsi sementara pengetatan pada 2022 – 2024 menahan inflasi meskipun menekan daya beli. Dampak kebijakan ini tercermin dalam perubahan strategi manajemen rantai pasok ritel, seperti pengendalian stok, diversifikasi pemasok, dan peningkatan efisiensi melalui teknologi. Implikasi dari penelitian ini adalah sektor ritel perlu mengembangkan strategi rantai pasok yang fleksibel dan berbasis data untuk merespons fluktuasi kebijakan moneter secara efektif. Kajian ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan makroekonomi dan keputusan operasional guna menciptakan sistem distribusi yang lebih tangguh dan adaptif di masa depan.
INFLASI DAN DAYA BELI TERHADAP PERUBAHAN HARGA, ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PERILAKU KONSUMSI (STUDI UMKM DI KOTA BANDUNG) Sunarny, Renny; Syafitri, Agnes Alzena; Kusdinar, Yuki Hidayat
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 2 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlangsungan UMKM turut berkontribusi dalam perekonomian lokal, namun UMKM ini seringkali menghadapi tantangan terkait fluktuasi harga barang yang dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang tidak menentu serta daya beli konsumen yang tidak stabil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh inflasi dan daya beli konsumen terhadap perubahan harga, elastisitas permintaan dan perilaku konsumsi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengambilan data melalui wawancara (melibatkan 15 pemilik UMKM sektor makanan dan minuman di Kota Bandung, yang dipilih secara purposive sampling) dan observasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif model interaktif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan penurunan daya beli konsumen di Bandung memiliki dampak langsung terhadap perubahan harga yang diterapkan oleh UMKM sektor makanan dan minuman. Para pemilik usaha harus tetap jeli dalam menyesuaikan harga dan strategi pemasaran untuk bertahan dan tetap kompetitif di pasar yang semakin sensitif terhadap harga. Para pemilik UMKM mengakui bahwa elastisitas permintaan sangat dipengaruhi oleh inflasi dan daya beli konsumen namun terdapat tantangan besar dalam menjaga permintaan yang stabil di tengah perubahan harga. Dampak inflasi dan penurunan daya beli terhadap perilaku konsumsi di Kota Bandung sangat terlihat dalam perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih selektif, beralih ke produk yang lebih hemat, mengurangi frekuensi pembelian, dan beralih ke pembelian daring untuk mencari harga yang lebih kompetitif.