Penggunaan atap asbes telah dilarang di beberapa negara di dunia karena menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Beberapa negara telah melakukan pemetaan dan monitoring penggunaan asbes dengan berbagai metode, salah satunya melalui pemanfaatan citra penginderaan jauh. Di Indonesia, penggunaan asbes belum dilarang sehingga proses monitoring juga tidak dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atap bangunan berbahan asbes menggunakan metode Spectral Angle Mapper (SAM) citra Planetscope sebagai metode alternatif dalam monitoring penggunaan asbes. Metode Spectral Angle Mapper digunakan untuk mengidentifikasi atap asbes berdasarkan sudut spektral (spectral angle) pada ruang fitur (feature space) sebaran nilai piksel objek dari dua atau lebih saluran citra. Penelitian ini menggunakan citra Planetscope yang memiliki resolusi spasial 3 meter dan 8 saluran multispektral, yaitu coastal blue, blue, green1, green2, yellow, red, red edge, dan near infrared. Lokasi penelitian berada di wilayah Kawasan Bandung Utara. Penelitian ini menggunakan beberapa skenario identifikasi berdasarkan jumlah saluran yang dipakai dan nilai sudut spektralnya. Nilai sudut radian (spectral angle rad) yang diterapkan yaitu: 0,03, 0,04, dan 0,05 rad. Hasil uji akurasi menunjukkan nilai akurasi keseluruhan tertinggi terdapat kombinasi fullband dan besaran spectral angle 0,05 rad yakni mencapai 68% dengan nilai kappa sebesar 0,63. Luasan atap asbes yang teridentifikasi seluas 439.749 m2. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan saluran dan besaran spectral angle mempengaruhi hasil identifikasi dan tingkat akurasinya.
Copyrights © 2025