Kajian tentang memberi dan menerima nasihat banyak dijadikan hanya sebagai rujukan-rujukan pembelajaran mengenai konsep dakwah, akidah, ibadah, dan akhlak. Penjelasan saling menasihati hanya diposisikan sebagai permasalahan ummat yang masih sangat luas dan hanya berlaku untuk permasalahan yang masih umum. Padahal saling menasihati juga dapat dipahami dalam konteks hubungan rumah tangga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode maudhu’i. Penelitian ini merujuk kepada beberapa kitab tafsir yang bercorak bayȃnȋ dan kitab tafsir yang bercorak adȃbi al-ijtimȃ’i. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep al-Naṣīḥah dalam Al-Qur'an menekankan pentingnya nasihat sebagai nilai esensial dalam interaksi sosial dan spiritual umat manusia. Melalui berbagai lafaz yang mengandung makna nasihat, Al-Qur'an menggambarkan peranan para Nabi yang dengan sabar dan tulus memberikan petunjuk kepada kaumnya, meskipun sering kali diabaikan. Nilai-nilai yang terkandung dalam al-Naṣīḥah mencakup kejujuran, keikhlasan, dan komitmen dalam menyampaikan nasihat, yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Naṣīḥah juga menjadi panduan penting dalam membangun hubungan yang kuat dan positif antar sesama dalam masyarakat terutama dalam hubungan rumah tangga.
Copyrights © 2025