cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Published By: Fanshur Institute: Research and Knowlade Sharing in Aceh Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia. E-mail: jurnalfathir@gmail.com
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
FATHIR: Jurnal Studi Islam
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468930     EISSN : 30468922     DOI : -
FATHIR: Jurnal Studi Islam merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu keislaman, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Adab dan Humaniora, 2. Sosial dan Politik Islam, 3. Tarbiyah dan Keguruan, 4. Dakwah dan Komunikasi Islam, 5. Ushuluddin dan Pemikiran Islam, 6. Ekonomi, Bisnis dan Perbankan Islam, 7. Syariah, Hukum Islam, Ilmu Al-Quran dan Hadis. Jurnal Fathir bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
Munculnya Muluk At Thawaif dan Runtuhnya Islam di Spanyol Zulfan, Zulfan
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 2 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i2.7

Abstract

Penelitian ini membahas tentang awal dari kemunculan muluk at thawaif atau kerajaan - kerajaan kecil di Andalusia atau yang sekarang lebih dikenal dengan Spanyol yang menjadi salah satu penyebab runtuhnya islam di negara tersebut. Penulis memakai metode Library Research dengan mencari dan mengumpulkan data dan bahan serta sumber yang sesuai dengan topik pembahasan  penelitian untuk mengetahui beberapa peristiwa sejarah peradaban islam dimasa yang lalu. Dari hasil penelitian, Peneliti menemukan data tentang bagaimana awal mula islam masuk ke spanyol. Masuknya islam ke spanyol sangat mempengaruhi peradaban dan perkembangan negara tersebut. Dimana islam pernah meraih masa kejayaannya yang menjadikan negara tersebut sebagai pusat Pendidikan islam yang maju baik dibidang sains, filsafat, agama, kesenian, arsitektur dan sebagainya. Namun setelah beberapa abad lamanya  islam menguasai negara tersebut. terjadi pertikaian dan perebutan kekuasaan bertepatan pula dengan melemahnya kepemerintahan yang menyebabkan munculnya muluk at thawaif atau kerajaan – kerajaan kecil yang saling bertikai, kerajaan yang kuat memerangi kerajaan yang lemah, bahkan Sebagian kerajaan tersebut ada yang meminta bantuan kepada kerajaan Kristen. Hingga kerajaan Kristen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memerangi dan merutuhkan satu persatu, kerajaan – kerajaan kecil tersebut.  Hingga tinggallah kerajaan Granada sebagai kerajaan terakhir pemerintahan islam, yang pada akhirnya Granada pun runtuh akibat penghianatan yang dilakukan oleh Kerajaan Kristen dengan bersatunya Kerajaan Castilla dan Kerajaan Aragon untuk merutuhkan islam sepenuhnya.
Mengenal Pemikiran Muhammad Arkoun Dalam Memahami Wahyu Dan Al-Quran Hidayat, Fairuz
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 2 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i2.12

Abstract

Muhammad Arkoun, pemikir Islam kontroversial asal Aljazair, telah memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman kontemporer tentang wahyu dan Alquran. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika dan kritik sastra, Arkoun menantang paradigma tradisional dalam menafsirkan Alquran, menciptakan dampak dan kontroversi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan Arkoun mengenai konsep wahyu, analisisnya terhadap Alquran sebagai teks dan makna, serta mengidentifikasi implikasi dan kontroversi yang muncul dari pemikirannya. Fokus pada sejarah hidup Arkoun, konsep wahyu, kajian Alquran, serta dampak dan kontroversi yang ditimbulkannya membuka jendela lebar terhadap kompleksitas dan kedalaman pandangan Arkoun. Pemikirannya yang inovatif menciptakan lanskap beragam dalam interpretasi dan pemahaman Alquran, menjadikan kontribusinya penting dalam membentuk pemikiran Islam modern. Arkoun lahir pada tanggal 1 Februari 1928 di Taourirt-Mimoun, Aljazair, dan tumbuh dalam lingkungan berbahasa Arab dan Berber. Pemikir dan intelektual Muslim ini memiliki pengaruh kuat dari konteks pasca-kolonial yang membentuk pandangannya terhadap isu-isu kekuasaan, identitas, dan pemahaman agama. Pengaruh dari tradisi filsafat Eropa, seperti fenomenologi dan eksistensialisme, menciptakan fondasi untuk interpretasi Alquran yang lebih terbuka terhadap perdebatan dan pembaruan pemikiran Islam. Dengan menerapkan pendekatan hermeneutika, Arkoun berusaha membuka ruang untuk pembaruan pemikiran dalam memahami wahyu. Pendekatan ini mengakui kompleksitas pesan ilahi dan berupaya untuk membuka pintu dialog dan interpretasi yang lebih luas, menggali makna yang terkandung di dalamnya, dan menjadikannya relevan dengan konteks zaman yang terus berubah. Hermeneutika, menurut Arkoun, menciptakan landasan untuk mendekati teks agama dengan perspektif yang lebih terbuka terhadap perkembangan pemikiran dan masyarakat. Dengan demikian, pendekatan hermeneutiknya tidak hanya membawa dimensi kritis tetapi juga membuka ruang untuk kreativitas dalam pemahaman wahyu dan Alquran.
Pemikiran Amin Abdullah Seputar Integrasi Keilmuan Akmal, Muhammad Ichsanul
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 2 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i2.13

Abstract

Pemikiran mengenai integrasi atau islamisasi ilmu pengetahuan, yang saat ini sedang dilakukan oleh kalangan intelektual Muslim, tidak lepas dari kesadaran beragama. Di era kontemporer, dunia Islam cenderung membuat dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. M. Amin Abdullah merasa penting untuk merekonstruksi paradigma keilmuan sebagai respons terhadap kondisi ini. Dalam penelitiannya, Abdullah mengusulkan konsep keilmuan berupa jaring laba-laba teoantroposentrik-integralistik. Konsep ini menggabungkan disiplin ilmu keagamaan dengan disiplin ilmu lainnya yang saling terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, yang menghasilkan konsep dasar jaring laba-laba dengan pola integrasi. Al-Quran dan Sunnah menjadi dasar hirarki keilmuan, dengan landasan pertama bersifat dogmatik. Paradigma ini mencakup definisi bahwa Al-Quran dan Hadits menjadi landasan normatif. Pendekatan integrasi interkoneksi menghargai keilmuan umum yang sudah ada, mempertimbangkan basis epistemologi, ontologi, dan aksiologi yang mapan. Meskipun relevan dengan kebutuhan zaman, aplikasi paradigma ini tidak mudah, terutama dalam konteks pengembangan perguruan tinggi agama. Perubahan dari IAIN menjadi UIN menimbulkan kerancuan, khususnya bagi program-program studi baru. Oleh karena itu, solusi perlu dicari agar tujuan ideal dari integrasi dan interkoneksi ini dapat terwujud. Integrasi ini diharapkan mampu memberikan jawaban terhadap kebuntuan dalam ilmu pengetahuan Islam dan mengatasi kompleksitas permasalahan kemanusiaan di era globalisasi.
Zakat Profesi di Indonesia: Antara Teori dan Praktik Safpuriyadi; Tanjung, Dhiauddin
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 1 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i1.21

Abstract

Transformasi hukum Islam dalam bidang zakat cukup kompleks berbanding lurus dengan problematika masyarakat Islam kontemporer khususnya dalam hal mu’amalah. Zakat dalam Islam awalnya terbagi hanya kepada dua bagian, yakni zakat fitrah dan zakat maal, namun kedua jenis zakat di jaman kiwari berkembang. Dalam wacana zakat, zakat profesi muncul sebagai ide yang mengusung adanya keadilan dalam profesi yang saat ini cukup beragam. Pergeseran dari era agraris ke era industrulisasi dan telekomonikasi melahirkan profesi-profesi yang tidak ditemukan dalam era agraris tradisional. Meskipun sebagai hukum Islam yang muncul di era industri, zakat profesi tetap memiliki syarat-syarat yang sesuai dengan hukum mu’amalah, seperti pencapaian nisab yang ditentukan, pendapatan yang harus halal, pendapatan yang terakumulasi dan adanya kepemilikan yang sah. Namun demikian terdapat berbagai pro dan kontra dalam pelaksanaan zakat profesi, yang dalam praktiknya seringkali menjumpai masalah-masalah seperti efiseinsi dan transparansi pengumpulan dana zakat profesi, potensi penyalahgunaan dan kesulitan dalam melakukan perhitungan yang cenderung rumit dan melibatkan berbagai analisa persentase perhitungan dari pendapatan yang tidak seragam. Penelitian ini berfokus dalam membaca alur dari zakat profesi pada ranah teoritis dan praktis dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan yang dijabarkan dengan metode kualitatif. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan  kontribusi pemikiran hukum Islam yang komprehensif dan sebagai petimbangan dalam analisa mu’amalah pada lembaga terkait.
Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dalam Penguatan Syariat Islam di Kalangan Mahasiswa STAIN Meulaboh Efendi, Sumardi; Julimas, Alovin Leo; Yanto, Jerry
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 1 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i1.28

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya peran Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam (HMJSEI) dalam menguatkan pemahaman dan praktik Syariat Islam terhadap hukum jinayat di kalangan mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Dengan meningkatnya pengaruh globalisasi dan modernisasi, terdapat kekhawatiran akan tergerusnya nilai-nilai syariat dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data. Sampel penelitian melibatkan anggota HMJSEI, dosen pembimbing, serta mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. HMJSEI memiliki berbagai program dan kegiatan yang dirancang untuk memperkuat syariat Islam, seperti kajian keislaman, diskusi, dan pelatihan. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang syariat dan mendorong mereka untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh HMJSEI berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan praktik syariat Islam di kalangan mahasiswa. Mahasiswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan mengamalkan syariat Islam, yang pada gilirannya membantu dalam memperkuat identitas Islam mereka.
Analisis Sanksi Terhadap Tindak Pidana Pencurian dalam Perspektif Hukum Positif Indonesia dan Hukum Pidana Islam Ulmuftia, Nisa; Miftahurrahmah, Mulya; Sari, Maili; Munthe, Abdul Rahman Hidayat; Ramlan; Julian, Farhan
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 1 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i1.30

Abstract

Penelitian ini mengadopsi pendekatan perbandingan untuk menganalisis sanksi terhadap tindak pidana pencurian dalam dua sistem hukum yang berbeda, yakni Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia dan Hukum Pidana Islam. Pencurian sebagai tindak pidana memiliki dampak luas terhadap masyarakat, dan perbandingan sanksi antara kedua sistem hukum ini memberikan wawasan yang mendalam terhadap pendekatan dan nilai-nilai yang mendasarinya. Dalam konteks KUHP, sanksi terhadap pencurian melibatkan hukuman penjara dengan tingkat keparahan yang disesuaikan dengan kondisi tindak pidana. Denda dan kewajiban mengganti kerugian juga merupakan sanksi yang diterapkan. Sebaliknya, Hukum Pidana Islam memberlakukan sanksi berupa potong tangan sebagai bentuk pembalasan yang tegas, didasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Analisis perbandingan ini membahas implikasi dan refleksi terhadap penegakan hukum di Indonesia, menyuarakan perlunya harmonisasi nilai-nilai hukum positif dan Hukum Pidana Islam. Dialog antara ahli hukum, ulama, dan pemangku kepentingan diperlukan untuk mencapai kesepahaman tentang nilai-nilai yang mendasari sanksi pencurian dalam kedua sistem hukum. Reformasi hukum positif, penguatan sistem peradilan, dan kolaborasi antarlembaga dapat menjadi langkah-langkah menuju sistem hukum yang seimbang dan inklusif, mencerminkan pluralitas nilai masyarakat Indonesia.
Rekontruksi Praktik Baitul Mal Pada Masa Khalifah Umar Bin Khattab di Baitul Mal Aceh Arniati
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 1 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i1.36

Abstract

Baitul mal merupakan lembaga yang dibuat oleh khalifah Umar bin Khattab dalam mensejahterakan rakyatnya, khususnya dalam menangani kemiskinan. Aceh tercatat sebagai provinsi termiskin di Sumatera, akankah baitul mal dapat mensejahterakan masyarakat Aceh terutama menangani kemiskinan tersebut. Karena Aceh merupakan satu-satunya provinsi yang identik dengan syari’at Islam. Oleh karena itu lahirnya baitul maal di Aceh tidak terlepas dari penerapan syari’at tersebut dalam mensejahterakan masyarakat. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui rekontruksi praktik baitul mal pada masa khalifah Umar Bin Khatab di baitul maal Aceh. Hal ini berkaitan dengan sistem baitul maal baik dari segi lembaga, peran, fungsi, pemasukan dan pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedikit banyaknya adanya perbedaan terkait pemasukan dana baitul mal, pengelolaan sistem baitul mal, peran dan fungsi. Akan tetapi secara keseluruhan bahwa sasaran dan tujuan baitul mal Aceh dengan baitul mal dimasa Umar Bin Khattab itu sama-sama meliputi dibidang pendidikan dan bidang sosial karena bertujuan untuk mensejahterakan rakyat serta menggatasi kemiskinan. Karena kehadiran Baitul Maal baik dimasa Umar maupun Baitul Mal Aceh sangat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat serta dapat menjadi solusi setiap permaslaahan keumatan.
Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud Muhsin: Agama Keadilan Ditengah Ketidakadilan Harits, Deffa Cahyana
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 1 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i1.37

Abstract

Tulisan ini membicarakan pemikiran Amina Wadud Muhsin mengenai hermeneutika tauhid. Penelitian ini bersifat kepustakaan, dengan menggunakan bahan pustaka dan literatur sebagai data utama. Temuan penelitian menyoroti empat konsep yang diusung Amina Wadud Muhsin dalam upayanya memperjuangkan hak-hak perempuan. Pertama, dia memandang Hermeneutika Tauhid sebagai konsep yang terkait dengan takwa. Kedua, perhatiannya pada penciptaan perempuan sebagai aspek penting dalam pemikirannya. Ketiga, dukungannya terhadap kepemimpinan perempuan sebagai langkah menuju keadilan gender. Keempat, pemahaman Amina Wadud Muhsin terhadap nusyuz, menunjukkan ketidaksetaraan yang perlu diatasi. Menurutnya, upaya mencapai keadilan bagi perempuan di tengah ketidakadilan saat ini harus dilakukan melalui penerapan konsep hermeneutika tauhid. Dalam pandangannya, keadilan gender dapat dicapai dengan meresapi nilai-nilai tauhid dalam segala aspek kehidupan, seperti takwa, penciptaan, kepemimpinan, dan penanggulangan nusyuz. Dengan demikian, Amina Wadud Muhsin memandang hermeneutika tauhid sebagai landasan untuk memahami dan mengatasi ketidakadilan terhadap perempuan, serta sebagai pandangan yang relevan dalam konteks sosial dan budaya saat ini.
Islamisasi Ilmu Persfektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas Siraj, Diffa Cahyani
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 1 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i1.38

Abstract

Realitas dunia Islam saat ini, ilmu pengetahuan modern atau sains modern itu diproduksi dari dunia Barat. Dalam hal ini, Prof. Syed. Muhammad Naquib Al-Attas, mencanangkan gagasan dan isi pemikirannya berupa islamisasi ilmu. Menurut beliau, ilmu yang hari ini berada dan dikonsumsi secara akademik di dunia muslim itu sudah tidak netral atau sudah dipengaruhi oleh worldview Barat (yang tidak sesuai dengan culture dunia muslim). Sumber ilmu pengetahuan yang mereka gunakan hanya terbatas pada akal dan panca indera, sedangkan kita tidak terbatas pada dua hal tersebut saja, melainkan kita meyakini bahwa adanya wahyu dari Allah SWT yaitu Al-Qur’an. Upaya islamisasi ilmu oleh A-Attas, tidak lain untuk membebaskan dunia muslim dari kendali sekuler, membersihkan unsur-unsur menyimpang dari pemikiran dan peradaban Barat. Pun usaha ini dilakukan untuk mengembangkan kembali kepribadian muslim yang sebenarnya, dimana dengan islamisasi tersebut akan terlahirlah kedamaian, ketenangan, keamanan, kebaikan, keadilan, dan kekuatan iman. Barulah kita benar-benar bisa merasakan dan sadar bahwa Islam itu rahmatan lil ‘alamin.
Pengaruh Arsitektur Timur Tengah Terhadap Ornamen-Ornamen Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh Hikmah, Melda
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 1 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i1.39

Abstract

Perkembangan zaman membawa dampak terhadap seni arsitektur, salah satunya adalah perkembangan seni arsitektur masjid. Berdasarkan bentuk masjid mengacu pada arsitektur masjid dengan ciri bentuk masjid peninggalan Dinasti Abbasiyah (Mesir) menurut peninggalan beberapa periode berbeda dalam sejarah kejayaan dinasti Islam di masa lalu. (Mesopotamia), Dinasti Umayyah (Andalusia/Spanyol), Dinasti Safawi (Iran), Dinasti Mughal (India), Kekaisaran Ottoman (Turki). Timur Tengah adalah istilah yang digunakan Inggris untuk wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Wilayah yang disebutkan Menlu RI adalah Aljazair (Aljazair), Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Bahrain, Lebanon, Kuwait, Libya, Mesir, Oman, Maroko, Qatar, Sudan, Palestina, Tunisia, dan Suriah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode gabungan atau campuran yaitu mengumpulkan data Primer dan Skunder, masjid Haji Keuchik Leumiek dipercaya mempunyai pengaruh arsitektur Timur Tengah, berdasarkan dekorasi arsitektur Islam yang terdapat pada masjid Haji Keuchik Leumiek yaitu: kubah, menara, mimbar, mihrab, dan ornamenisasi terkait dengan relief dan ukiran, Kaligrafi pada kubah, Geometri, Lampu gantung serta ukiran pada pintu masjid. Wilayah Timur Tengah merupakan periode masjid pada dinasti masa kejayaan Abbasiyah dan Safawi maka karakteristik masjid Haji Keuchik Leumiek mendapat pengaruh pada masa Abbasiyah dan Safawi yang berkembang di wilayah Timur Tengah, dan pada masa setelahnya yaitu pada masjid Nabawi dan Madinah.