Pengembangan backend Application Programming Interface (API) menjadi elemen penting dalam sistem pendeteksi penyakit tanaman berbasis kecerdasan buatan. Namun, pengembangan API sering menghadapi kendala dalam integrasi, deployment, dan monitoring yang menghambat kestabilan sistem. Penelitian ini menerapkan metode DevOps secara menyeluruh untuk membangun backend API yang efisien, modular, dan berkelanjutan. Empat pilar utama DevOps yang diterapkan meliputi continuous development, integration, deployment, dan monitoring, menggunakan GitHub Actions sebagai pipeline otomasi dan Docker sebagai sistem containerisasi di server DigitalOcean. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 23 kali deployment, 22 di antaranya berhasil, dengan waktu eksekusi rata-rata 42–152 detik. Proses monitoring menunjukkan performa API yang stabil, meskipun beberapa fitur seperti manajemen pengguna dan riwayat memerlukan optimasi lebih lanjut. Penelitian ini membuktikan bahwa praktik DevOps dapat diterapkan secara efektif bahkan oleh pengembang individu, dan dapat meningkatkan kualitas serta kecepatan pengembangan API.
Copyrights © 2025