Sistem suspensi merupakan salah satu sistem yang terdapat pada kendaraan yang berfungsi meredam getaran dan stabilitas sehingga memberikan rasa nyaman bagi pengguna. Daya kejut diartikan sebagai risiko kerusakan atau kegagalan pada komponen suspensi akibat gaya-gaya yang tiba-tiba dan kuat. Gaya ini bisa berasal dari benturan dengan jalan yang rusak seperti lubang atau gundukan sehingga memberikan tekanan yang sangat besar. Komponen yang paling rentan adalah sistem suspensi, bagian absorber bisa mengalami bocor atau aus sedangkan bagian pegas bisa mengalami deformasi atau patah.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar amplitudo dan frekuensi getaran yang dihasilkan. Juga untuk mengetahui frekuensi getaran yang dihasilkan sudah aman dan nyaman bagi pengguna, dengan menggunakan suspensi VND AK 999 B1 280mm pada prototupe mobil listrik heulang galunggungMetodologi penelitian menggunakan metode ekspeimen dengan jalan paving blok dengan jarak satu lintasan atau 0.1 km, pada kondisi jalan mulus dengan satu polisi tidur pada kecepatan 5 km/jam, dan pada kondisi jalan paving blok dengan satu polisi tidur pada kecepatan 5 km/jam.. Pada pengujian pertama menghasilkan frekuensi rata- rata 1,44 Hz, dengan rentang 10,32 – 17,16 Hz. Pada pengujian kedua menghasilkan frekuensi rata- rata 1,44 Hz, dengan rentang 0,96 – 1,94 Hz. . Pada pengujian kedua menghasilkan frekuensi rata- rata 1,83 Hz, dengan rentang 1,62 – 1,95 Hz. Frekuensi natural 5,51 Hz. Konstanta pegas saat diberi beban 10 kg adalah 19620 N/m. Konstanta pegas saat diberi beban 86 kg adalah 105457,5 N/m. Frekuensi tersebut umumnya dianggap nyaman bagi manusia dan frekuensi eksitasi yang dihasilkan saat pengujian tidak sama dengan frekuensi natural sistem sehingga tidak menimbulkan resonansi yang akan menyebabkan pegas patah.kata kunci : Daya Kejut Suspensi, Getaran
Copyrights © 2025