Sistem komunikasi pada hewan merupakan suatu studi yang membahas simbol-simbol yang digunakan oleh hewan. Dengan memahami simbol-simbol tersebut, manusia dapat menjalin interaksi yang lebih baik dengan hewan. Komunikasi hewan merupakan interaksi yang dilakukan oleh hewan dengan menggunakan suatu tanda kompleks yang memuat informasi di dalamnya tentang letak dari makanan, kondisi pada makanan, bahaya, atau perubahan di lingkungan sekitar. Penelitian ini menyajikan analisis-deskriptif sistem komunikasi pada hewan dalam tafsir ilmi Kemenag RI dan teori zoosemiotika. Melalui pemaparan yang sistematis, penelitian ini menganalisis bagaimana ilmu pengetahuan dalam mengkaji sistem komunikasi pada hewan dan dihubungkan dengan ayat Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan suatu metode kepustakaan. Berbagai sumber literatur yang relevan seperti buku, jurnal, beserta karya ilmiah lainnya dikumpulkan kemudian dianalisis. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif analisis yang melibatkan pengumpulan data, penyusunan, klasifikasi, analisis, dan interpretasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat sistem komunikasi hewan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan melalui penjelasan tafsir ilmi Kemenag RI dan teori zoosemiotika. Sistem komunikasi pada hewan dalam tafsir ilmi Kemenag RI menunjukkan bahwa hewan berkomunikasi melalui feromon, sentuhan, vokal, warna, dan gerakan. Tidak jauh berbeda dalam penjelasan teori zoosemiotika mengenai komunikasi pada hewan yang menggunakan visual, suara, feromon, listrik, seismik. Harapannya, penelitian ini dapat menyajikan suatu pembahasan yang sistematis dan terstruktur sehingga sistem komunikasi pada hewan yang dijasikan pada tafsir ilmi Kementerian Agama RI serta teori zoosemiotika dapat dipahami dengan lebih baik.
Copyrights © 2025