The reasons for divorce can be based on several factors, including economic, physical violence, or one party has a physical disability or illness with the result that they can no longer fulfill their obligations. Like the case of the Bandung Religious Court Decision Number 78/Pdt.G/2020/PA.Bdg, in this decision a person filed for divorce who tested positive for mental disorders, namely Bipolar and Borderline Personality Disorder. The problems that will be studied: first, regarding the judge's consideration of the Bandung Religious Court Decision Number 78/Pdt.G/2020/PA.Bdg regarding mental disorders as one of the reasons for divorce?, second, analyzing Maqosid Usro in Case Number 78/Pdt.G/2020/PA.Bdg regarding mental disorders as one of the reasons for divorce?. This research is included in Normative Law research and is a library research. Primary data and secondary data were analyzed using descriptive analysis methods, by reviewing the Compilation of Islamic Law on filing for divorce on the grounds of mental disorders and then analyzing it using Maqashid Usroh. This study produced two findings: first, the judge's basis in deciding case Number 78 / Pdt.G / 2020 / PA.Bdg concerning mental disorders was in accordance with the trial process, the use of formal and material law. Second, according to the analysis of Maqosid Usro, divorce on the grounds of mental disorders can be justified to maintain the scope of the individual and the scope of the family. Keywords: Divorce, Judge's Decision, Maqashid Jamaluddin 'Athiyyah. Abstrak. Alasan terjadinya perceraian dapat didasari oleh beberapa faktor, diantaranya ekonomi, kekerasan fisik, ataupun salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat sudah tidak bisa memenuhi kewajibannya. Seperti kasus Putusan Pengadilan Agama Bandung Nomor 78/Pdt.G/2020/PA.Bdg, dalam putusan ini seorang mengajukan cerai talak yang positif mengalami gangguan mental yakni Bipolar dan Bordline Personality Disoder. Permasalahan yang akan dikaji: pertama, mengenai pertimbangan hakim atas Putusan Pengadilan Agama Bandung Nomor 78/Pdt.G/2020/PA.Bdg tentang ganguan mental sebagai salah satu alasan perceraian?, kedua, menganalisis Maqosid Usro dalam Perkara Nomor 78/Pdt.G/2020/PA.Bdg tentang ganguan mental sebagai salah satu alasan cerai talak?. Penelitian ini termasuk penelitian Hukum Normatif dan bersifat studi kepustakaan (library research). Data primer dan data sekunder dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis, dengan cara mengkaji Kompilasi Hukum Islam tentang pengajuan perceraian dengan alasan ganguan mental kemudian dianalisa mengunakan Maqashid Usroh. Dalam penelitian ini menghasilkan dua temuan : pertama, landasan hakim dalam memutuskan perkara Nomor 78/Pdt.G/2020/PA.Bdg tentang ganguan mental telah sesuai dalam proses persidangan, pengunaan hukum formil dan mateeril. Kedua, menurut analisis Maqosid Usro perceraian dengan alasan ganguan mental dapat dibenarkan untuk menjaga lingkup individu dan lingkup keluarga.
Copyrights © 2025