Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 4 No. 10: Juni 2025

REVIEW JURNAL PENANGANAN DAN PENARIKAN KEMBALI PRODUK DALAM INDUSTRI FARMASI

Muhammad Lukmannul Hakim (Unknown)
Muhammad Faqih Madhani (Unknown)
Nor Latifah (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2025

Abstract

Penarikan kembali produk (recall) dalam industri farmasi merupakan langkah krusial untuk menjaga keselamatan pasien dan kepatuhan terhadap regulasi. Fenomena seperti cacat produksi, distribusi yang tidak tepat, serta keberadaan obat palsu masih menjadi tantangan signifikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Artikel ini mengulas berbagai literatur dan hasil penelitian terkait strategi, kebijakan, serta efektivitas penanganan recall produk farmasi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan sumber dari jurnal terindeks, dokumen regulasi, dan publikasi organisasi internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi prosedur operasional standar (SOP), sistem logistik terbalik, dan pemanfaatan teknologi seperti ERP, barcode serialization, serta pelaporan digital dapat meningkatkan akurasi pelacakan dan efisiensi recall. Namun, tantangan tetap ada dalam hal keterbatasan infrastruktur, kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan, dan kompetensi teknis SDM. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan recall bergantung pada integrasi sistem informasi, regulasi yang tegas, dan kolaborasi lintas sektor. Temuan ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti dalam memperkuat sistem manajemen mutu farmasi di Indonesia.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...