Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 4 No. 10: Juni 2025

PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN RENDEMEN TERHADAP SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK METANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

Yohanes M. Abanit (Unknown)
Putra J. P. Tjitda (Unknown)
Emanuel G. A. Rahmat (Unknown)
Yulianti K. Banhae (Unknown)
Jesika A. Soares (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2025

Abstract

Ekstrak metanol daun belimbing wuluh memiliki beberapa senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin dan senyawa fenolik yang dapat diidentifikasi melalui uji kualitatif dan kuantitatif. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan rendemen terhadap skrining fitokimia ekstrak metanol daun belimbing wuluh. Metode: metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan metanol 70% sebagai larutan penyari dengan menggunakan ukuran partikel simplisia 20 mesh, 60 mesh dan 100 mesh. Hasil: menunjukkan bahwa ekstrak dengan ukuran partikel 20 mesh memiliki rendemen 12,63% dan tidak mengandung senyawa flavonoid, stereoid dan terpenoid serta senyawa fenolik. Ukuran partikel 60 mesh memiliki rendemen 15,12% dan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan polifenol, steroid dan terpenoid, fenolik. Ukuran partikel 100 mesh memiliki rendemen 15,05% dan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan polifenol, steroid dan terpenoid, fenolik. Simpulan: ukuran partikel dan rendemen berpengaruh terhadap hasil skrining fitokimia ekstrak methanol daun belimbing wuluh. Semakin besar ukuran partikel, maka hasil skrining fitokimia menunjukkan hasil negatif dan semakin besar persentase rendemen ekstrak, semakin mengindikasikan terkandungnya senyawa aktif dalam ekstrak

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...