Ketidakpuasan terhadap tubuh atau body dissatisfaction adalah masalah umum yang dialami oleh banyak wanita, termasuk mahasiswi Muslim di Indonesia. Seringkali muncul akibat adanya standar kecantikan yang ideal, yang menyebabkan individu merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Rasa syukur memiliki kaitan yang positif dengan kesejahteraan psikologis, sehingga dianggap dapat menjadi faktor yang membantu mengurangi ketidakpuasan tubuh. Selain itu, penerimaan diri atau self-acceptance juga berperan penting sebagai mekanisme mediasi yang dapat memperkuat hubungan antara rasa syukur dan ketidakpuasan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara rasa syukur dan body dissatisfaction pada mahasiswi Muslim di Indonesia, dengan self-acceptance sebagai mediator. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan path analysis, penelitian ini melibatkan 304 responden dan menerapkan metode analisis jalur untuk memeriksa pengaruh langsung dan tidak langsung dari variabel-variabel yang diteliti dengan menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur memiliki pengaruh signifikan, baik secara langsung dan tidak langsung terhadap body dissatisfaction, dilihat dari nilai t-statistik lebih besar dari 1,96 dan nilai p-values lebih kecil dari 0,5. Self-acceptance juga menunjukkan efek mediasi yang signifikan yang memperkuat hubungan antara rasa syukur dan ketidakpuasan tubuh.
Copyrights © 2025