Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk kontrol terhadap diri sendiri dan kejadian dilingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk keyakinan responden dalam menghadapi berbagai tingkat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh 20 orang responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa mantan warga binaan pemasyarakatan di Desa Sindangsari, Kabupaten Garut memiliki rasa kurang yakin dalam menjalankan tugas untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Rasa kurang yakin tersebut mencerminkan bahwa efikasi diri pada mantan warga binaan pemasyarakatan tergolong rendah dari setiap aspek efikasi diri, yaitu berdasarkan aspek tingkat (level) yaitu keyakinan responden dalam menghadapi berbagai tingkat kesulitan, kemudian aspek kekuatan (strength) yaitu keyakinan responden mengenai kekuatannya dalam melaksanakan tugas, serta aspek generalisasi (generality) yaitu keyakinan responden akan kemampuannya dalam melaksanakan tugas diberbagai aktifitas, dari ketiga aspek tersebut, skor menunjukan bahwa efikasi diri yang dimiliki mantan warga binaan pemasyarakatan tersebut rendah. Berdasarkan temuan penelitian diperlukan program pengembangan softskill pada mantan warga binaan pemasyarakatan agar meningkatkan kepercayaan diri dan memiliki keyakinan dalam pemenuhan kebutuhan dasar keluarga.
Copyrights © 2025