Akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) merupakan salah satu tanaman trasidisional yang memiliki berbagai potensi dalam mengobati beberapa penyakit dan memiliki aktifitas farmakologi. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan mengambil peran penting dalam memberikan aktifitas farmakologi. Skrining fitokimia bertujuan untuk memberikan gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman akar manis. Kandungan senyawa kimia juga harus mempunya spesifikasi, oleh karena itu standarisasi sampel perlu dilakukan guna menjamin mutu sampel yang digunakan. Pada penelitian ini akar manis positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid dan tanin. Standarisasi menunjukkan semua parameter memenuhi persyaratan sesuai dengan Farmakope Indonesia Edisi V.Kata kunci: Skrining Fitokimia, Standarisasi, Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.)Liquorice (Glycyrrhiza glabra L.) is one of the traditional plants that has various potentials in treating several diseases and has pharmacological activity. The content of secondary metabolites found in plants plays an important role in providing pharmacological activity. Phytochemical screening aims to provide an overview of the group of compounds contained in licorice plants. The content of chemical compounds must also have specifications, therefore sample standardization needs to be carried out to ensure the quality of the samples used. In this study, licorice positively contained alkaloids, flavonoids, saponins, terpenoids and tannins. Standardization showed that all parameters met the requirements according to the Indonesian Pharmacopoeia Edition V.Keywords: Phytochemical Screening, Standardization, Liquorice Root (Glycyrrhiza glabra L.)
Copyrights © 2024