Poligami menjadi suatu pernikahan yang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Selama tahun 2001 mencatat sebanyak 234 kasus kekerasan terhadap istri. Data-data mengenai korban mengungkapkan 5,1% poligami secara rahasia, 2,5% dipoligami resmi, 36,3% korban selingkuh, 2,5% ditinggal suami, 4,2% dicerai, 0,4%sebagai istri kedua, dan 0,4% lainnya sebagai taman kencan. Jenis kekerasan yang dilaporkan meliputi kekerasan ekonomi sebanyak 29,4%; kekerasan fisik 18,9%; kekerasan seksual 5,6%; dan kekerasan psikis 46,1%. Masih adanya kasus keluarga poligami di Kabupaten Pidie yang bisa menyebabkan keretakan dalam rumah tangga bahkan bisa saja menyebabkan perasaan sedih, cemburu, iri, stress berkepanjangan, serta benci karena merasa sudah dikhianati oleh suaminya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan keluarga poligami dikabupaten pidie. Desain penelitian ini adalah case control. Lokasi penelitian di Kabupaten Pidie, dilakukan pada bulan juli 2020. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh keluarga poligami di kabuaten Pidie. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang keluarga yang berpoligami baik istri pertama, kedua, ketiga maupun yang keempat dan sebanyak 60 orang keluarga yang tidak berpoligami. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode wawancara langsung kepada keluarga poligami dan monogami dengan menggunakan pertanyaan penelitian. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivarit dengan uji regresi logistik.Kata Kunci: Psikologis, Keluarga, PoligamiPolygamy is a marriage that has been practiced by many people from various circles. During 2001, there were 234 cases of violence against wives. Data on victims revealed 5.1% polygamy in secret, 2.5% official polygamy, 36.3% victims of cheating, 2.5% abandoned by their husbands, 4.2% divorced, 0.4% as second wives, and Another 0.4% as a dating park. Types of violence reported included economic violence as much as 29.4%; physical violence 18.9%; sexual violence 5.6%; and psychological violence 46.1%. There are still cases of polygamous families in Pidie Regency which can cause cracks in the household and even cause feelings of sadness, jealousy, envy, prolonged stress, and hate because they feel betrayed by their husbands. This research aims to determine the factors associated with polygamous families. Pidie District. The design of this research is case control. The research location was in Pidie Regency, conducted in July 2020. The population in this study were all polygamous families in Pidie Regency. The sample in this study were 30 families who had polygamy, either the first, second, third or fourth wives and as many as 60 families who did not. The sample of this research is using snowball sampling technique. Collecting data in this study through direct interviews to polygamous and monogamous families using research questions (Questionaire). Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis using chi square test, and multivariate logistic regression test. Keywords: psychological, Polygamous,  family
Copyrights © 2022