Bullying merupakan perilaku yang tidak diharapkan terjadi terutama di lingkungan sekolah. KPAI menemukan bahwa anak mengalami bullying di lingkungan sekolah sebesar (87.6%). Dari angka (87.6%) tersebut, (29.9%) bullying dilakukan oleh guru, (42.1%) dilakukan oleh teman sekelas, dan (28.0%) dilakukan oleh teman lain kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya bullying pada SMP N 54 Merangin. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yakni untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan terjadinya bullying di SMP N 54 Merangin. Penelitian ini dilakukan Di Desa Bukit Beringin Kabupaten Merangin yang dilaksanakan pada tanggal 24-27 Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pelajar SMP N 54 Merangin yang tinggal di Desa Bukit Beringin Kabupaten Merangin sebanyak 66 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki hubungan keluarga yang kurang baik sebanyak 14 responden (34,1%), dipengaruhi teman sebaya sebanyak 21 responden (51,2%), dipengaruhi faktor lingkungan sebanyak 22 responden (53,7%), dipengaruhi media massa sebanyak 21 responden (51,2%) dan melakukan perilaku bullying sebanyak 23 responden (56,1%). Ada hubungan antara teman sebaya (p=0,000), faktor lingkungan (p=0,000), media massa (p=0,000) dengan perilaku bullying dimana p value < 0,05. Tidak ada hubungan antara hubungan keluarga(p=0,571) dengan perilaku bullying dimana p value > 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya, faktor lingkungan dan media massa mempengaruhi perilaku bullying. Diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan baik di sekolah dan lingkungan rumah serta memberikan bimbingan konseling pada pelaku bullying.
Copyrights © 2025