Penelitian ini mengkaji makna mendalam dalam lagu Sang Surya karya Djarnawi Hadikusuma melalui perspektif hermeneutika Wilhelm Dilthey, khususnya konsep Erlebnis, Ausdruck, dan Verstehen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang pada dasarnya menerapkan pola berpikir induktif, yaitu menarik kesimpulan dari berbagai aspek spesifik menuju pemahaman yang lebih umum Erlebnis dalam lagu ini mencerminkan pengalaman hidup Djarnawi sebagai tokoh Muhammadiyah yang memiliki komitmen tinggi terhadap dakwah dan pembaruan Islam. Hal ini tercermin dalam lirik-lirik yang menggambarkan dedikasi spiritual dan perjuangannya dalam Muhammadiyah. Dari aspek Ausdruck, lagu Sang Surya mengandung berbagai bahasa kiasan yang memperkuat makna perjuangan, optimisme, dan semangat kebangkitan. Metafora seperti “Sang Surya tetap bersinar” melambangkan keteguhan iman dan keberlanjutan perjuangan Islam, sementara “mengusir kabut hitam” merepresentasikan usaha untuk menghilangkan kebodohan dan keterpurukan umat. Dalam kerangka Verstehen, lagu ini tidak hanya sekadar himne Muhammadiyah, tetapi juga refleksi dari pengalaman hidup, keyakinan, serta perjuangan Djarnawi dalam membangkitkan semangat keislaman. Lagu ini menjadi simbol identitas kolektif Muhammadiyah, mengajak umat Islam untuk terus berjuang dalam dakwah dan meneguhkan komitmen terhadap ajaran Islam.
Copyrights © 2024