Siklus yang terjadi pada sistem agribisnis akan selalu mengasilkan limbah. Limbah pertanian merupakan limbah yang mudah busuk, tetapi jika dalam jumlah banyak, maka akan menyebabkan masalah serius bagi manusia dan lingkungan sekitar. Seperti yang terjadi pada Sentra Penggilingan Padi BULOG Karawang dimana untuk memenuhi kebutuhan beras nasional, setiap hari mampu menggiling gabah kering sebanyak 48-50 ton. Jika sekam yang dihasilkan adalah sebanyak 20% dari total berat gabah yang digiling, maka jumlah sekam yang dihasilkan adalah sebanyak 9,6 – 10 ton. Banyaknya limbah sekam yang diproduksi di Sentra Penggilingan Padi BULOG Karawang digunakan kembali untuk proses pengeringan gabah, sehingga permasalahan limbah sekam teratasi. Masalah baru muncul ketika limbah abu sekam yang dihasilkan setiap hari tidak diproses atau tidak diolah kembali, karena akan semakin banyak menumpuk dan tentu akan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar dan lingkungan. Kondisi inilah yang mendorong peneliti untuk memberikan penyuluhan, pelatihan dan praktik pemanfaatan limbah abu sekam menjadi briket, sehingga dampat bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukan adanya transfer ilmu mengenai pemanfaatan abu sekam menjadi briket, dan jika hal ini dikembangkan oleh masyarakat sekitar Sentra Penggilingan Padi BULOG Karawang tentu akan sangat menguntungkan, karena masalah limbah teratasi dan pendapatan keluarga meningkat.
Copyrights © 2025