Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan dan Pelatihan Entrepreneurial Public Speaking Untuk Komunitas SLKT – GST Baraya Adji, Riyanto -
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 1 (2024): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i1.4121

Abstract

Berbicara dengan orang lain merupakan suatu kebutuhan kita sebagai makhluk sosial, namun dalam berbicara juga perlu ada teknik dan trik tersendiri, supaya kita mudah berkomunikasi dan pembicaraan akan menjadi lebih hangat dan akrab. Permasalahan kecil yang sering muncul mengenai teknik berbicara adalah ketika kita harus berbicara di depan orang banyak, karena ketika kita harus berpidato seketika grogi, hilang fokus dan konsentrasi, sehingga kepercayaan diri hilang. Permasalahan ini ternyata dialami oleh komunitas SLKT – GST Baraya, karena hanya sebagian kecil saja yang sudah terbiasa berbicara di depan umum atau orang banyak. Oleh karna itu, agar anggota SLKT – GST Baraya memiliki kemampuan public speaking, maka dilakukanlah pendampingan dan pelatihan entrepreneurial public speaking. Tujuannya agar anggota komunitas ini memiliki kemampuan berbicara di depan umum, karena aktivitas mereka berwirausaha menuntuk agar mampu berkomunikasi dengan baik dan benar, selain itu tugas mereka sebagai masyarakat yang sering kali mendapat acara dadakan sehingga harus mampu mengatasinya dengan cepat. SLKT – GST Baraya merupakan komunitas perantau dari Tegal yang berada di wilayah bandung Raya dengan jumlah kurang lebih 200 orang. setelah dilakukan pendampingan dan pelatihan ada 10% anggota yang tertarik untuk belajar public speaking. Total anggota yang bersedia belajar menunjukan hasil yang berbeda-beda karena masih proses untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, dan setelah mereka mengikuti pendampingan dan juga pelatihan public speaking menurut mereka banyak keuntungan yang diperoleh seperti semakin percaya diri berbicara, memiliki tantangan untuk banyak baca. Berdasarkan respon inilah, maka pemdampingan dan pelatihan entrepreneurial public speaking sangat penting bagi anggota SLKT – GST Baraya untuk mendukung kelancaran bisnis mereka.
Pemanfaatan Limbah Sekam Sebagai Solusi Pengurangan Pencemaran Lingkungan adji, riyanto -; Kurniawan, Bagus Eric; Gunawan, Beby -; Wulandari, Mira -; Alfiandi, Muhammad -; Khomsiah, Siti; Lisnanda, Virgiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i2.8314

Abstract

Siklus yang terjadi pada sistem agribisnis akan selalu mengasilkan limbah. Limbah pertanian merupakan limbah yang mudah busuk, tetapi jika dalam jumlah banyak, maka akan menyebabkan masalah serius bagi manusia dan lingkungan sekitar. Seperti yang terjadi pada Sentra Penggilingan Padi BULOG Karawang dimana untuk memenuhi kebutuhan beras nasional, setiap hari mampu menggiling gabah kering sebanyak 48-50 ton. Jika sekam yang dihasilkan adalah sebanyak 20% dari total berat gabah yang digiling, maka jumlah sekam yang dihasilkan adalah sebanyak 9,6 – 10 ton. Banyaknya limbah sekam yang diproduksi di Sentra Penggilingan Padi BULOG Karawang digunakan kembali untuk proses pengeringan gabah, sehingga permasalahan limbah sekam teratasi. Masalah baru muncul ketika limbah abu sekam yang dihasilkan setiap hari tidak diproses atau tidak diolah kembali, karena akan semakin banyak menumpuk dan tentu akan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar dan lingkungan. Kondisi inilah yang mendorong peneliti untuk memberikan penyuluhan, pelatihan dan praktik pemanfaatan limbah abu sekam menjadi briket, sehingga dampat bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukan adanya transfer ilmu mengenai pemanfaatan abu sekam menjadi briket, dan jika hal ini dikembangkan oleh masyarakat sekitar Sentra Penggilingan Padi BULOG Karawang tentu akan sangat menguntungkan, karena masalah limbah teratasi dan pendapatan keluarga meningkat.