The elderly are an age group that is very susceptible to insomnia. A Javanese proverb says that the elderly will "ngerti dowone bengi", because many elderly people experience sleep disorders such as difficulty starting to sleep, waking up in the middle of sleep and difficulty going back to sleep or waking up in the early hours of the morning which is called insomnia and this interferes with the quality of sleep in the elderly. There are several nursing interventions to improve sleep quality in the elderly, one of which is doing personal hygiene before going to bed. Personal hygiene that is done before going to bed is known as sleep hygiene. The purpose of this study was to determine the effect of sleep hygiene on sleep quality in the elderly who experience insomnia. The research design used was pre-experimental. A sample of 46 elderly respondents who experienced insomnia was taken using purposive sampling techniques. Measurement of sleep quality in the elderly with insomnia was carried out before and after the intervention, namely sleep hygiene for 21 days. Data analysis using the Wilcoxon analysis technique. The results showed that there was a positive effect of the application of sleep hygiene on the quality of sleep in the elderly who experienced insomnia (α <0.5). The conclusion of this study is that sleep hygiene can be used in the elderly with insomnia problems. Nurses are recommended to motivate the implementation of sleep hygiene in patients or clients who experience insomnia. Implications for nursing are the implementation of sleep hygiene in elderly clients with insomnia. ABSTRAK Lanjut usia adalah kelompok usia yang sangat rentan mengalami masalah insomnia. Pepatah Jawa mengatakan lansia akan “ngerti dowone bengi”, karena banyak lansia mengalami gangguan tidur seperti susah untuk memulai tidur, bangun ditengah waktu tidur dan susah untuk tidur kembali atau terbangun saat masih dini hari yang disebut insomnia dan ini mengganggu kualitas tidur lansia. Intervensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia ada beberapa dan salah satunya melakukan kebersihan diri sebelum tidur. Kebersihan diri yang dilakukan sebelum tidur dikenal dengan sleep hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh sleep hygiene terhadap kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen. Sampel sebanyak 46 responden lansia yang mengalami insomnia yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Pengukuran kualitas tidur lansia dengan insomnia dilakukan sebelum dan sudah intervensi yaitu sleep higiene selama 21 hari. Analisa Data dengan tehnik analisis wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dari penerapan sleep higiene terhadap kualitas tidur lansia yang mengalami insomnia (α<0,5). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sleep higiene dapat digunakan pada lansia dengan masalah insomnia. Perawat direkomendasikan untuk memotivasi penerapan sleep hygiene pada pasien atau klien yang mengalami insomnia. Implikasi untuk keperawatan adalah penerapan sleep hygiene pada klien lansia insomnia.
Copyrights © 2025