Jurnal Hidrografi Indonesia
Vol 7 No 1 (2025): Jurnal hidrografi Indonesia

Perbandingan Data Pasang Surut, Arus, dan Angin dengan Prediksi pada Musim Peralihan Kedua di Laut Timor Tahun 2023: Comparison Between Tide, Current, and Wind Data with Prediction During Second Monsoon Transition in Timor Sea 2023

Candrasa Surya Dharma (Pushidrosal)
Deirus Rizki Khair (Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut)
Alin Abimanyu (Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut)
Affan Fadhilah (Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut)
Nawanto Budi Sukoco (Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut)
Arochim Arochim (Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut)
Tomy Ronaldy (Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut)
Dedi Sugiyanto (Badan Keamanan Laut Republik Indonesia)
Widodo Setiyo Pranowo (Badan Riset dan Inovasi Nasional, Republik Indonesia)
Sandy Herho (Department of Earth and Planetary Sciences, University of California)
Ahmad Yusron (Sekolah Tinggi Teknik Angkatan Laut)
Furqon Alfahmi (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
Akhmad Fahim (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
Andika Andika (Departemen Geofisika, FMIPA, Universitas Hasanuddin)
Sigit Cahyono (Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut)



Article Info

Publish Date
10 Jun 2025

Abstract

Laut Timor memiliki peran geostrategis yang sangat tinggi bagi negara Indonesia dan Australia. Latihan survey bersama perdana antara kedua negara diberi nama Coordinated Hydrography Survey Exercise (CHSE) diselenggarakan pada tahun 2023. CHSE dilaksanakan dengan menggerakkan kapal riset perang KRI Spica milik TNI-AL Indonesia dan HMS Leeuwin milik Royal Navy Australia, yang masing-masing melakukan survey hidro-oseanografi dan meteorologi di wilayah teritorialnya. Data arus dan angin dari hasil survey kemudian dibandingkan dengan data sekunder Copernicus, sedangkan untuk data angin terhadap prediksi BMKG. Tidak terjadi kemunculan siklon selama kegiatan latihan, Kondisi batimetri di Perairan Laut Timor dalam penelitian ini bervariasi dari kedalaman 16,8 s.d. 218,7meter, dengan luas area sebesar 302NM2. Sirkulasi arus diukur menggunakan underway vessel mounted ADCP hingga kedalaman 40 meter, dengan interval rekaman data bervariasi antara 1 menit sampai 45 menit. Selain itu dipasang pula fix mooring current meter pada satu stasiun tetap. Hasil pengukuran menunjukkan pola sirkulasi arus dominan bergerak antara Timur Laut dan Barat Daya, dengan pola keseragaman secara vertikal. Kecepatan arus maksimum 0,273m/s, dan minimum 0,005m/s ke arah Barat Daya. Hal ini sejalan dengan data klimatologis yang menunjukkan pola arus dominan menuju ke Barat Daya dengan kecepatan 0,1 – 0,5 knot. Pola sirkulasi tersebut menunjukkan bahwa Laut Timor dipengaruhi oleh Indonesian Throughflow (ITF), dengan 30% dari variabilitasnya dipengaruhi oleh siklus musiman dari angin monsoon. Laut Timor, pada lapisan kolom airnya, mendapatkan pengaruh lokal dari gelombang kelvin pada kedalaman di bawah 600 meter, dilapisan yang lebih dangkal, arus dibangkitkan oleh kopling siklus gaya pasang surut diurnal dari Laut Banda, semidiurnal dari Samudera Hindia, dan siklus musiman dari gaya angin monsoon.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jhi

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Hidrografi Indonesia adalah jurnal yang diasuh oleh Pusat Hidro - Oseanografi TNI Angkatan Laut yang berasosiasi dengan Dewan Hidrografi Indonesia (DHI), dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan ilmu di bidang hidrografi dan oseanografi di Indonesia. Naskah yang dimuat ...