Proyek Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Padang Seksi Sicincin-Lubuk Alung-Padang menghadapi berbagai kendala yang menghambat kelancaran pembangunan, sebagaimana teridentifikasi melalui tinjauan lapangan, wawancara dengan pelaksana proyek, dan informasi dari masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko pada proyek pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Padang, Seksi Sicincin-Lubuk Alung-Padang menggunakan metode survei kuesioner kepada 95 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh kelompok risiko utama dengan 12 indikator risiko tertinggi dengan nilai rata-rata paling tinggi 20 (F9) yaitu sulitnya pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol. Temuan ini memberikan rekomendasi mitigasi risiko, seperti keterlibatan aktif pemangku adat, pemerintah, masyarakat, dan panitia pengadaan tanah melalui proses yang transparan, konsisten, serta pemberian ganti rugi yang adil. Kontraktor perlu menyusun rencana aksi yang adaptif terhadap kondisi lapangan, sementara manajemen harus memperkuat komitmen pada pelatihan kerja dan penyediaan fasilitas K3. Sinergi antar pihak dengan pendekatan hirarki pengendalian risiko diharapkan dapat mengatasi hambatan pembebasan lahan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025