Server hosting merupakan salah satu elemen esensial dalam struktur teknologi informasi modern. Meski memiliki peran yang sangat strategis, server ini juga menjadi sasaran utama serangan siber karena tingkat kerentanannya yang tinggi. Oleh sebab itu, deteksi dini terhadap potensi ancaman siber menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan dan keamanan layanan digital. Penelitian ini difokuskan pada penerapan pendekatan metodologis dalam proses identifikasi ancaman siber terhadap server hosting, dengan mengandalkan dua perangkat utama, yakni NMAP dan Metasploit. NMAP berperan dalam pemindaian jaringan guna mendeteksi port yang terbuka, layanan yang aktif, serta sistem operasi yang digunakan pada server target. Adapun Metasploit digunakan dalam tahap eksploitasi untuk menguji kerentanan yang teridentifikasi secara terkendali, sebagai bagian dari proses uji penetrasi. Seluruh tahapan pengujian dilakukan dalam lingkungan server simulatif, sehingga dapat merepresentasikan kondisi ancaman secara lebih realistis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa integrasi antara NMAP dan Metasploit secara signifikan mampu mengungkap celah keamanan potensial, serta menyediakan informasi teknis yang berguna untuk perencanaan mitigasi risiko. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan metodologis yang memanfaatkan perangkat open-source seperti NMAP dan Metasploit mampu meningkatkan efektivitas deteksi serta respons terhadap ancaman keamanan siber. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi teknis yang dapat dijadikan acuan dalam memperkuat strategi pertahanan siber, khususnya pada sistem server hosting di lingkungan yang berisiko tinggi terhadap serangan digital.
Copyrights © 2025