Berdasarkan survei awal yang telah dilakukan dari 2 gudang kelapa sawit. Dari 9 pekerja bongkar muat tersebut terdapat 6 pekerja yang merasakan keluhan seperti rasa nyeri, mati rasa, kesemutan, kekakuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor pekerjaan dengan tingkat keparahan resiko msds pada pekerja bongkar muat kelapa sawit di Gudang kelapa sawit. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jumlah sampel yang tersedia sebanyak 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada 32 orang pekerja, dan menggunakan metode REBA. Analisis data dilakukan dengan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan faktor pekerjaan antara postur kerja, beban angkat, gerakan berulang, dan durasi pekerjaan terhadap tingkat keparahan resiko MSDs dengan nilai (p-value 0,001 < 0,05). Saran dari penelitian ini adalah seharusnya pekerja mengikuti sosialisasi mengenai musculoskeletal disorders agar dapat memperbaiki postur kerja saat bekerja dan seharusnya pemilik usaha atau tempat kerja dapat memberikan sosialisasi pelatihan postur kerja yang ergonomis untuk dapat mengurangi musculoskeletal disorders.
Copyrights © 2025