Publish Date
30 Nov -0001
Tulisan ini mendiskusikan transformasi budaya dari penduduk asli (Toala) dengan leluhur orang Bugis yang berbahasa Austronesia di Sulawesi Selatan. Data yang diajukan adalah tradisi cap tangan yang masih lestari sampai sekarang dalam ritus orang Bugis. Berdasarkan absolut dating, proses pertemuan dua komunitas tersebut berlangsung 2500 BC. Walaupun Tradisi cap tangan orang Bugis diadopsi dari budaya orang Toala, tradisi tersebut telah menjadi bagian terintegrasi dengan budaya Bugis dalam segala aspek termasuk kepercayaan. Tradisi ini telah dimodifikasi dan menjadi salah satu identitas budaya Bugis. This paper discusses about the transformation of indigenous cultures (Toala) with the ancestors of Bugineese with Austronesian-speaking in South Sulawesi. The data presented is hand-print tradition that still preserved until today in the rites of the Bugineese. Based on the absolute dating, the meeting of the two communities took place in 2500 BC. Although the Bugineese tradition of hand-stamp was adopted from Toala culture, the tradition has become an integrated part of the Bugineese culture in all aspects, including belief. This tradition has been modified and become one of the Bugineese cultural identities
Copyrights © 2011