Publish Date
30 Nov -0001
Arus migrasi orang Bugis dan Makassar tampaknya lebih di dorong oleh mentalitas budaya dan konflik lokal. Dalam tulisan ini, akan di uraikan bagaimana arus migrasi orang-orang Bugis dan Makssar secara tidak sadar menggantikan posisi majapahit dalam proyek nasionalitas yang lebih permanen. Disini dapat dilihat bahwa, keberhasilan orang bugis dan makassara dalam menguasai jaringan nasional nusantara terletak pada interaksi sosial, ekonomi, politik dan agama bersifat non formal yang sangat bertolak belakang dengan upaya-upaya politik formal yang dilakukan oleh kerajaan Majapahit sebelumnya.
Copyrights © 2000