Mahasiswa tingkat akhir identik dengan tugas akhir kuliah yang dimana akan membuat mahasiswa mudah mengalami gangguan secara fisik, emosional, intelektual dan interpersonal. Salah satu gangguan fisik yang terjadi adalah gastritis. Gastritis sering muncul ketika mahasiswa tersebut sedang mengalami stres dan kecemasan berlebih atau anxiety disorder. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan anxiety disolder dengan kejadian gastritis pada mahasiswa tingkat akhir STIKes Eka Harap. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, dan jenis pendekatan desain Cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 138 responden, yaitu mahasiswa tingkat akhir STIKes Eka Harap. Teknik pengumpulan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square dengan hasil uji yaitu Adanya hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis (nilai p value = 0,001 atau p <0,05) dan tidak adanya hubungan antara anxiety disorder dengan kejadian gastritis (p value = 0,152 atau p >0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu faktor yang terbukti ada hubungan dengan kejadian gastritis yaitu faktor tingkat stres sedangkan faktor anxiety disorder tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa tingkat akhir STIKes Eka Harap. Hal ini disebabkan mayoritas mahasiswa STIKes Eka Harap masih berada pada anxiety disorder kategori sedang sehingga tidak memberikan gejala atau respon tubuh berlebih yang menyebabkan meningkatnya kadar asam lambung pada tubuh individu.
Copyrights © 2025