Publish Date
30 Nov -0001
Kawasan di sekitar lereng sampai puncak Gunung Lawu memiliki potensi sumberdaya arkeologi yang cukup potensial bagi sejarah perkembangan kebudayaan. Daerah Gunung Lawu memiliki perbedaan nuansa atau sifat keagamaan. Tinggalan arkeologinya bersifat keagamaan hindu, yaitu empat buah candi dari periode Majapahit akhir diantaranya Candi Sukuh, Ceta, Menggung dan Planggatan. Keempat candi ini berada diketinggian 700-1300 mdpl. Melihat situasi tersebut terlihat nuansa prasejarah yang berbentuk punden berundak. Hal ini menimbulkan suatu interpretasi bahwa pada masa akhir Hindu-Budha di Jawa, kepercayaan lokal kembali menguat ditandai dengan bangunan berciri tradisi masa prasejarah. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat reposisi lingga dari dulu sampai sekarang. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka dan pendokumentasian serta menganalisis data. Hasil yang diperoleh bahwa masyarakat Hindu Dharma di Lereng gunung Lawu dapat dikatakan telah mengalami proses sinkretisme, terlihat dari tata upacara mereka seperti satu suro dan modosio. Secara konseptual, mereka masih mengenal dewa siwa sebagai dewa tertinggi tetapi dalam upacara telah mengalami transformasi nilai.
Copyrights © 2003