Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CANDI CETA: REPOSISI LINGGA DULU DAN KINI (TINJAUAN ASPEK FUNGSI KEKINIAN) Agustijanto Indradjaja
WalennaE Vol 6 No 2 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2609.611 KB) | DOI: 10.24832/wln.v6i2.169

Abstract

Kawasan di sekitar lereng sampai puncak Gunung Lawu memiliki potensi sumberdaya arkeologi yang cukup potensial bagi sejarah perkembangan kebudayaan. Daerah Gunung Lawu memiliki perbedaan nuansa atau sifat keagamaan. Tinggalan arkeologinya bersifat keagamaan hindu, yaitu empat buah candi dari periode Majapahit akhir diantaranya Candi Sukuh, Ceta, Menggung dan Planggatan. Keempat candi ini berada diketinggian 700-1300 mdpl. Melihat situasi tersebut terlihat nuansa prasejarah yang berbentuk punden berundak. Hal ini menimbulkan suatu interpretasi bahwa pada masa akhir Hindu-Budha di Jawa, kepercayaan lokal kembali menguat ditandai dengan bangunan berciri tradisi masa prasejarah. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat reposisi lingga dari dulu sampai sekarang. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka dan pendokumentasian serta menganalisis data. Hasil yang diperoleh bahwa masyarakat Hindu Dharma di Lereng gunung Lawu dapat dikatakan telah mengalami proses sinkretisme, terlihat dari tata upacara mereka seperti satu suro dan modosio. Secara konseptual, mereka masih mengenal dewa siwa sebagai dewa tertinggi tetapi dalam upacara telah mengalami transformasi nilai.
EARLY TRACES HINDU-BUDDHIST INFLUENCE ALONG THE NORTH COAST OF CENTRAL JAVA: ARCHAEOLOGICAL SURVEY OF THE DISTRICT OF BATANG Agustijanto Indradjaja; Véronique Degroot
AMERTA Vol. 32 No. 1 (2014)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. In Coastal Central Java, archaeological research dealing with the Hindu-Buddhist period is almost always focused on the coastal area between Kedu and Yogyakarta, which was controlled by the Matāram Kingdom around the 8-9th Century AD. Research that attempts to investigate and reconstruct the social conditions of coastal communities during the pre-Matāram period has yet to be undertaken. This paper is such an attempt. It explores Hindu-Buddhist remains in the Batang District, a district which, we believe, was an important entry point for Hindu-Buddhist traditions prior to the emergence of the Matāram Kingdom in the hinterland of Central Java. Data collected through the survey, further archaeological data relevant will be conducted descriptive analysis to answer questions in the study. The survey results have identified a number of important findings such as statues, temples and inscriptions ranging from coastal areas to inland Batang. Based on the identification of a number of archaeological findings it apparent that the area in Batang already appear influence of Hindu-Buddhist long before the emergence of the ancient Matāram Kingdom around the 8th Century AD. Keywords: Archaeological survey, Batang, Hindu-Buddha, North Coast. Abstrak. Jejak awal Pengaruh Hindu-Buddha di Sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah: Survei Arkeologi di Kota Batang. Penelitian arkeologi di pantai utara Jawa Tengah mengenai kehidupan masa Hindu-Buddha hampir selalu dipusatkan pada wilayah antara Kedu-Yogyakarta, yang dikuasai oleh Kerajaan Matāram pada sekitar abad ke-8–9 Masehi. Penelitian yang berupaya mempelajari dan merekonstruksi kondisi sosial masyarakat di daerah pesisir masa pra-Matāram selama ini belum pernah dilakukan. Karya tulis ini berusaha melakukan eksplorasi pada masa pra-Matāram di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Batang yang diduga sebagai salah satu daerah yang penting pada awal periode sebelum munculnya Kerajaan Matāram di pedalaman Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, selanjutnya data arkeologi yang relevan dilakukan analisis deksriptif untuk menjawab pertanyaan di dalam penelitian. Hasil survei berhasil mengidentifikasikan sejumlah temuan penting seperti arca, candi dan prasasti mulai dari wilayah pesisir sampai pedalamanan Kabupaten Batang. Berdasarkan identifikasi sejumlah temuan arkeologi tersebut tampak bahwa wilayah Batang sudah mendapat pengaruh Hindu-Buddha jauh sebelum munculnya Kerajaan Matāram kuna sekitar abad ke-8 M. Kata Kunci: Survei arkeologi, Batang, Hindu-Buddha, Pantai Utara