Anak-anak usia 5-6 tahun mengalami kesulitan dalam menyimak dan berbicara karena ketidakmampuan mengulangi instruksi dan menceritakan kembali cerita, serta hambatan dalam mengingat dan memahami kata-kata baru. Masalah ini diperburuk oleh metode pengajaran yang monoton dan kurang variatif, yang menyebabkan kebosanan dan kurangnya minat anak-anak untuk berpartisipasi aktif, sehingga menghambat perkembangan kemampuan bahasa merekaPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain penelitian ini menggunakan True Experimental Design dengan bentuk desain Pretest-Posttest Control Group. Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik kelas TK Nurul Ikhlas yang berjumlah 30 peserta didik. Hasil pretest yang baik bila kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Bedasarkan hasil penelitian dari Pengaruh Penggunaan Film Animasi terhadap Kemampuan Menyimak pada Anak Usia 5-6 tahun di TK Nurul Ikhlas terbukti berpengaruh cukup signifikan di kelas eskperimen. Hal ini ditunjukan pada kelas eksperimen yang menggunaakan media film animasi yang memilik hasil presentase Kemampuan Menyimak dengan hasil uji hepotesis sebesar 2,683 dengan signifikan 0,010 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima atau terdapat perbedaan Kemampuan Menyimak antara kelas ekspermen dan kelas control.
Copyrights © 2024