Penelitian ini menganalisis representasi diri dan penerimaan audiens terhadap konten TikTok yang diproduksi oleh kreator @pitahrld, dengan pendekatan teori resepsi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas audiens berada dalam posisi dominant-hegemonic, menerima pesan yang disampaikan kreator sebagai edukatif, menghibur, dan sarat nilai positif seperti kreativitas, kesederhanaan, serta semangat hidup. Sebagian audiens juga menunjukkan posisi negotiated, dengan tetap kritis terhadap aspek teknis dan keamanan konten. Secara teknis, kualitas visual, audio, dan narasi menunjukkan peningkatan signifikan, yang memperkuat efektivitas penyampaian pesan. Interaksi aktif audiens, baik melalui komentar maupun berbagi konten, menjadi indikator keberhasilan dalam membangun komunitas digital di TikTok. Kata kunci: Representasi, penerimaan audiens, TikTok.
Copyrights © 2025