Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi digital dan prokrastinasi akademik terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMAN 78. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei, serta analisis regresi linear berganda untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen. Sampel penelitian berjumlah 214 siswa, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan 24 butir pertanyaan, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,732). Hasil penelitian menunjukkan, komunikasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa (B = 0,206, p = 0,007), sedangkan prokrastinasi akademik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis (B = -0,171, p = 0,001). Uji determinasi menunjukkan bahwa R² = 0,084, yang berarti hanya 8,4% variabilitas kesejahteraan psikologis siswa dapat dijelaskan oleh komunikasi digital dan prokrastinasi akademik, sementara 91,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji F (p 0,001) menunjukkan bahwa model regresi signifikan secara keseluruhan, meskipun daya prediksi model masih lemah. Kesimpulannya, komunikasi digital yang efektif dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa, sedangkan prokrastinasi akademik yang tinggi dapat menurunkannya. Oleh karena itu, sekolah dan guru perlu mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran serta memberikan bimbingan kepada siswa dalam mengelola waktu dan tugas akademik secara lebih baik. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain, seperti dukungan sosial dan stres akademik, untuk memahami faktor yang lebih luas dalam menentukan kesejahteraan psikologis siswa.
Copyrights © 2025