Pemenuhan gizi ibu hamil dapat dimulai sejak sebelum kehamilan, terutama saat masih menjadi calon pengantin (catin). Kegiatan monitoring status gizi calon pengantin merupakan salah satu upaya penting untuk menurunkan angka ibu hamil kurang energi kronis (KEK) yang dapat dilakukan oleh kader. Hasil survei kader tim pendamping keluarga (TPK) Kelurahan Bangetayu Wetan menunjukkan 75% kader belum memahami terkait gizi calon pengantin dan belum melakukan pengukuran lingkar lengan atas (LILA) sesuai prosedur yang benar. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader TPK dalam melakukan pendampingan catin di Kelurahan Bangetayu Wetan. Media edukasi yang digunakan melalui X-Banner dan linktree berisikan kumpulan materi edukatif berbasis online. Selain itu dilakukan pelatihan cara pengukuran LILA sesuai prosedur, serta diakhiri dengan sesi sharing dan diskusi antara TPK dan pemateri. Untuk menilai efektivitas edukasi dilakukan pretest sebelum edukasi diberikan dan posttest di akhir acara. Mayoritas kader TPK berusia 45 – 59 tahun (71,4%), pendidikan terakhir SMA/SLTA (50%), seluruhnya adalah Ibu Rumah Tangga (100%), dan mengalami peningkatan keterampilan pengukuran LILA (87%). Terdapat peningkatan pengetahuan mengenai gizi seimbang wanita usia subur yang signifikan setelah dilakukan intervensi yaitu rata-rata meningkat dari semula 77,14 menjadi 87,86. Kegiatan pelatihan pengukuran LILA dan edukasi pendampingan gizi calon pengantin bagi kader TPK terbukti efektif dalam meningkatkan ketrampilan kader TPK dalam pengukuran LILA dan pengetahuan gizi bagi calon pengantin.
Copyrights © 2025