Penelitian ini menguraikan mengenai algoritma rekomendasi dalam media sosial yang mempersonalisasi tampilan konten yang dilihat oleh penggunanya. Personalisasi itu kemudian menciptakan fenomena filter bubble bagi penggunanya. Perilaku pengguna yang juga cenderung memilih konten atau narasi itu menciptakan echo chamber. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang menindaklanjuti penelitian-penelitian sebelumnya untuk menjelaskan mengenai filter bubble, echo chamber, dan propaganda di media sosial. Dengan menganalisis konten dan social network analysis (SNA) dari platform Twitter (X), terlihat bahwa pada Pemilihan Presiden Indonesia, kombinasi filter bubble dan echo chamber ini menjadi lahan subur untuk penyebaran propaganda yang menguatkan polarisasi antar pendukung di media sosial.
Copyrights © 2025