Evolusi cepat teknologi Metaverse menghadirkan kesempatan baru sekaligus persoalan terkait adopsinya oleh publik, utamanya di Indonesia. Riset ini dimaksudkan untuk menyelidiki faktor-faktor penentu keinginan berperilaku serta penggunaan aktual teknologi Metaverse, dan juga mengkontraskan dampak faktor-faktor tersebut antara kelompok Generasi Z dengan Milenial di Indonesia. Landasan teori penelitian ini adalah Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). Sebuah metode kuantitatif dilaksanakan via penyebaran kuesioner online kepada 300 partisipan (masing-masing 150 dari Generasi Z dan Milenial) di Indonesia yang setidaknya mengetahui atau pernah memakai Metaverse, diseleksi menggunakan purposive sampling. Pengolahan data memakai Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk validasi hipotesis dan Multi-Group Analysis (MGA) untuk komparasi antar-generasi. Hasil riset mengindikasikan bahwa Ekspektasi Kinerja, Motivasi Hedonis, serta Kebiasaan memiliki pengaruh penting terhadap Intensi Penggunaan pada kedua kohort generasi. Meskipun demikian, teridentifikasi disparitas signifikan: Milenial lebih dipengaruhi oleh Ekspektasi Usaha dan Nilai Harga, sedangkan Generasi Z lebih kuat dipengaruhi oleh Pengaruh Sosial. Studi ini menyumbang pada pengetahuan tentang penerimaan teknologi lintas generasi dan menyajikan implikasi aplikatif untuk formulasi strategi adopsi Metaverse di konteks Indonesia.
Copyrights © 2025