Moke berasal dari sadapan pohon enau yang diiris dari tangkai muda dan air irisan di isi dengan seruas bambu yang diikat bersama tangkai muda. Pengerajin akan datang mengangkat dan menurunkan air irisan dan kemuudian ditampung dalam satu periuk tanah, dan air irisan direndam dalam periuk tanah dengan berbagai ramuan-ramuan tradisional, dimasak sampai mendidi dan mengeluarkan uapan lalu disalurkan melalui bambu sepanjang 3 meter dari hasil penyulingan untuk mendapatkan moke arak. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini akan memperoleh data berbentuk angka, peristiwa, kejadian yang dapat menjelaskan secara khusus yang dialami populasi. Fokus penelitian ini adalah pemuda yang aktif mengkonsumsi moke dan dipilih secara random sampling untuk diwawancara guna mendapatkan data riil. Lokasi yang ditetapkan dalam penelitian ini dimana tempat yang biasanya pemuda berkumpul untuk mengkonsumsi moke sebanyak 84 pemuda dari 4 RT/RW dua desa dan dua kelurahan di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende. Konsumsi berlebihan menyebabkan mabuk berat, kehilangan kesadaran, cendrung berbuat onar. Faktor penyebab yang dialami pemuda tentang masalah hidup, stress, beban akademik, masalah keluarga atau bujukan teman, rasa penasaran, ingin tahu rasanya atau ingin merasakan efek minum moke, dengan minum moke melambangkan kebebasan atau kedewasaan dalam menghadapi tekanan sosial
Copyrights © 2025