Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi yang signifikan dalam mendukung perekonomian daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Majalengka. Namun ada temuan bahwa UMKM masih menghadapi tantangan dalam aspek pengelolaan keuangan, khususnya terkait dengan likuiditas dan solvabilitas, yang berdampak pada kinerja keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana likuiditas dan solvabilitas memengaruhi kinerja keuangan UMKM. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif melalui survei menggunakan kuesioner. Penelitian melibatkan 50 UMKM aktif di Kabupaten Majalengka yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan solvabilitas memberikan pengaruh negatif yang juga signifikan. Hasil menunjukkan bahwa kedua variabel ini punya nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,527 artinya berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebesar 52,7% variasi dalam kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh likuiditas dan solvabilitas. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik bagi UMKM, terutama dalam menjaga tingkat likuiditas yang sehat dan menghindari ketergantungan pada utang yang berlebihan. Karenanya diperlukan upaya peningkatan literasi keuangan serta dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait untuk memperkuat kapasitas manajerial UMKM.
Copyrights © 2025