Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana konseling Qur'ani dapat membantu narapidana wanita yang akan bebas dari penjara mengatasi kecemasan. Seorang wanita berinisial IN, usia 35 tahun, yang merupakan narapidana di Lapas Kelas II A Banyuwangi, adalah informan penelitian ini. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi kecemasan yang dialami IN terkait pembebasannya. Penelitian menunjukkan bahwa konseling Qur'ani dengan metode terapi qur’an berhasil mengurangi kecemasan IN, terutama tentang pandangan masyarakat tentangnya di masa depan. Hasilnya menunjukkan bahwa konseling Qur'ani dapat membantu klien menjadi lebih tenang dan melihat lebih baik tantangan yang akan mereka hadapi setelah bebas. Oleh karena itu, konseling Qur'ani dapat menjadi metode yang mampu digunakan untuk membantu narapidana wanita mengatasi kecemasan menjelang bebas. Dengan temuan ini, penelitian ini memberikan wawasan baru dalam bidang konseling untuk narapidana wanita, serta membuka kemungkinan untuk penerapan pendekatan serupa di lembaga pemasyarakatan lainnya.
Copyrights © 2025